Elvan Widyatama, CNBC Indonesia
08 March 2026 09:00
Jakarta, CNBC Indonesia - Perdagangan persenjataan global masih dikuasai segelintir negara. Di tengah dunia yang makin dipenuhi perang, konflik kawasan, dan rivalitas geopolitik, pasar senjata justru tetap terkonsentrasi pada pemain-pemain lama dengan pengaruh yang sangat besar.
Laporan SIPRI Yearbook 2025 mencatat ada 64 negara yang menjadi pemasok senjata besar dunia pada periode 2020-2024. Namun, mayoritas hanya pemain kecil. Sebanyak 25 pemasok terbesar menguasai 98% total volume ekspor senjata global.
Bahkan, lima negara teratas saja sudah menyumbang 71% dari total ekspor dunia. Kelima negara tersebut adalah Amerika Serikat (AS), Prancis, Rusia, China, dan Jerman.
Amerika Serikat Masih Raja Senjata Dunia
AS masih belum bisa ada yang menandingi sebagai eksportir persenjataan terbesar di dunia. Pangsa pasar ekspor senjatanya pun hampir setengah sendiri, lebih tepatnya 43% dari total ekspor global pada 2020-2024.
Selain mencatakan yang terbesar, tetapi AS juga menunjukkan kenaikan ekspor yang signifikan dibandingkan periode sebelumnya pada 2015-2019 yang saat itu pangsa nya sebesar 35%.
Dalam laporannya, SIPRI juga menjelaskan bahwa rencana pengiriman senjata besar dalam beberapa tahun ke depan menunjukkan AS masih kemungkinan besar tetap kokoh sebagai pemasok senjata terbesar di dunia.
Dengan kata lain, dominasi Washington di pasar persenjataan global belum terlihat akan goyah dalam waktu dekat.
Jarak antara AS dan negara lain pun sangat lebar. Pangsa pasar Amerika mencapai lebih dari empat kali lipat Prancis.
SIPRI mencatat, dari 100 perusahaan senjata dan jasa militer terbesar dunia, 41 di antaranya berasal dari Amerika Serikat dengan total pendapatan senjata mencapai US$317 miliar pada 2023.
Angka itu setara dengan separuh total pendapatan Top 100 global. Bahkan, lima perusahaan senjata terbesar dunia seluruhnya juga berasal dari AS. Adapun perusahaan AS tersebut terdiri dari Lockheed Martin, RTX, Northrop Grumman, Boeing, dan General Dynamics.
Prancis Melesat dan Kokoh di Posisi Kedua
Di bawah AS, Prancis menempati posisi kedua sebagai eksportir persenjataan terbesar dunia dengan pangsa pasar mencapai 9,6%.
Meski masih jauh di bawah AS, capaian ini menunjukkan bahwa Prancis berhasil memperkuat perannya dalam pasar persenjataan global.
SIPRI mencatat ekspor senjata Prancis naik 11% antara periode 2015-2019 dan 2020-2024. Kenaikan itu cukup untuk menempatkan Prancis sebagai pemasok senjata terbesar kedua dunia. Di tengah pasar yang sangat kompetitif, kenaikan ekspor ini memperlihatkan bahwa industri pertahanan Prancis masih sangat agresif dan kompetitif di pasar internasional.
Rusia Mulai Kehilangan Taring
Rusia memang masih berada di posisi ketiga dengan pangsa 7,8%. Namun, di balik posisi tiga besar itu, ada tren penurunan yang sangat tajam. SIPRI menyebut ekspor senjata Rusia anjlok setengah antara 2015-2019 dan 2020-2024.
Bahkan, level ekspor Rusia pada 2020-2024 disebut jauh lebih rendah dibanding periode lima tahunan sebelumnya dalam sejarah modern Rusia. Jika ditarik lebih panjang lagi, ini juga menjadi level yang lebih rendah dibanding periode mana pun sejak 1950 untuk pendahulunya, Uni Soviet.
Artinya, meski Rusia masih masuk tiga besar, dominasinya jelas melemah. Secara pangsa pasar, Rusia kini bukan lagi penantang utama AS seperti di masa lalu. Jaraknya dengan Prancis pun tidak terlalu lebar, sementara tekanan dari negara lain juga makin terasa.
China Tetap Jadi Kekuatan Besar Industri Militer
China berada di posisi keempat eksportir persenjataan terbesar dunia dengan pangsa pasar 5,9% pada 2020-2024.
Dari sisi industri, posisi China bahkan terlihat sangat kuat. SIPRI mencatat ada sembilan perusahaan China yang masuk ke daftar Top 100 pada 2023, dengan tiga di antaranya berada di 10 besar dunia.
Total pendapatan senjata perusahaan-perusahaan China itu mencapai US$103 miliar yang menjadikan China sebagai negara dengan pendapatan industri senjata terbesar kedua di dunia setelah AS.
Jerman Lengkapi Lima Besar Eksportir Global
Jerman menutup daftar lima besar eksportir senjata dunia dengan pangsa pasar 5,6% pada 2020-2024. Meski berada di bawah China, posisi ini menegaskan bahwa Eropa masih menjadi salah satu pusat utama perdagangan persenjataan global.
Kehadiran Jerman bersama Prancis di lima besar juga memperlihatkan bahwa kekuatan industri pertahanan Eropa masih sangat besar.
Sementara itu, data SIPRI Yearbook 2024 juga memberi gambaran lebih jelas soal jenis persenjataan apa saja yang saat ini paling banyak dibeli di pasar global.
Hal itu terlihat dari sejumlah kontrak besar untuk senjata utama yang sudah dipesan atau masih dalam tahap pemilihan, dengan pengiriman dijadwalkan setelah 2024.
Daftar ini menunjukkan bahwa permintaan global terhadap persenjataan belum surut, bahkan tetap kuat di tengah memanasnya situasi keamanan dunia.
Jenis senjata yang dipesan pun beragam, mulai dari jet tempur, kapal perang, tank, sistem pertahanan udara, hingga drone tempur, dengan negara pemesan tersebar dari Eropa, Asia, sampai Timur Tengah.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/luc)
Addsource on Google

2 hours ago
2
















































