Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan gelombang serangan Sabtu terhadap Iran. Ini memicu pembalasan cepat oleh republik Islam tersebut, tak hanya ke Israel tapi juga negara-negara yang menampung pangkalan militer AS.
Operasi gabungan dimulai Sabtu pagi dengan asap mengepul di atas Teheran setelah serangan awal dari Israel. Tak lama kemudian, Trump mengumumkan operasi tempur AS terhadap Iran, di mana ia mengatakan tujuannya yakni "menghilangkan ancaman yang akan segera terjadi".
Militer Israel mengatakan mereka menargetkan beberapa lokasi tempat para pejabat senior Iran berkumpul di Teheran, dan melancarkan serangan terhadap peluncur rudal Iran. Dikatakan 200 jet tempur telah ikut serta dalam "serangan besar-besaran" tersebut, menghantam lebih dari 500 target.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan serangan itu menewaskan para pejabat senior Iran. Ia memperingatkan bahwa ribuan target lainnya akan dihantam dalam beberapa hari mendatang.
Sejumlah perkembangan terbaru juga muncul. Berikut rangkuman CNBC Indonesia, Minggu (1/3/2026) pagi:
1.Ayatollah Khamanei Tewas
Televisi pemerintah Iran melaporkan berita kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada dini hari Minggu. Media itu menayangkan gambar arsip dengan spanduk hitam.
Media Iran juga melaporkan kematian keluarganya yang lain. Mulai dari putrinya, menantu laki-lakinya, hingga cucu Khamenei.
"Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati," klaim Trump beberapa jam sebelumnya di platform Truth Social miliknya.
"Pemboman berat dan tepat sasaran... akan terus berlanjut, tanpa henti sepanjang minggu atau, selama diperlukan untuk mencapai tujuan kita yaitu PERDAMAIAN DI SELURUH TIMUR TENGAH," tulisnya lagi.
Sementara itu, Kepala Pentagon Pete Hegseth mengatakan kampanye tersebut mengirimkan pesan kepada mereka yang ingin "mencelakai warga Amerika". Ia menyebut "kami akan memburu kalian dan kami akan membunuh kalian".
2.Iran Berkabung 40 Hari
Televisi pemerintah Iran mengumumkan masa berkabung selama 40 hari dan tujuh hari libur nasional. Ini menyusul kematian Khamenei, yang telah berkuasa sejak 1989.
"Dengan 'kemartiran' pemimpin tertinggi, jalan dan misinya tidak akan hilang atau dilupakan, sebaliknya, akan dilanjutkan dengan semangat dan antusiasme yang lebih besar," kata seorang presenter.
3.Respons Putra Mantan Sah Iran Reza Pahlevi
Sementara itu Reza Pahlavi, putra mendiang Shah Iran, memuji pembunuhan Khamenei. Ia mengatakan bahwa republik Islam tersebut memasuki "tong sampah sejarah".'
"Dengan kematiannya, Republik Islam secara efektif telah berakhir dan akan segera dibuang ke tong sampah sejarah," tulis Reza Pahlavi di X.
"Kepada militer, pasukan keamanan dan kepolisian -- setiap upaya untuk menopang rezim yang runtuh pasti akan gagal," katanya.
Pahlavi selama ini tinggal di Washington, AS. Ia telah menampilkan dirinya sebagai tokoh transisi tetapi tidak menikmati dukungan dari semua oposisi.
"Waktu untuk kehadiran besar-besaran dan menentukan di jalanan sudah sangat dekat," katanya.
"Bersama-sama, bersatu dan teguh, kita akan mengamankan kemenangan akhir, dan kita akan merayakan kebebasan Iran di seluruh tanah air kita yang diciptakan oleh Ahura," ujarnya merujuk pada warisan Zoroastrian pra-Islam Iran.
Sebelumnya, Pahlavi menulis sebuah opini di The Washington Post di mana ia berterima kasih kepada Trump atas serangan itu dan sekali lagi mengatakan bahwa ia siap memimpin transisi menuju Iran yang baru. Ia menjelaskan bahwa itu hanya akan menjadi peran transisi, setelah kekhawatiran dari beberapa kritikus bahwa ia berupaya untuk kembali ke monarki absolut.
"Banyak warga Iran, seringkali meskipun menghadapi peluru, telah meminta saya untuk memimpin transisi ini. Saya kagum dengan keberanian mereka, dan saya telah menjawab panggilan mereka," tulisnya.
"Jalan kita ke depan akan transparan: konstitusi baru yang dirancang dan diratifikasi melalui referendum, diikuti oleh pemilihan umum bebas di bawah pengawasan internasional. Ketika warga Iran memberikan suara, pemerintah transisi akan bubar," tambahnya.
4.Pembalasan Iran dan Ledakan di Negara-Negara Arab
Garda Revolusi Iran dilaporkan terus melawan serangan AS dan Israel. Pasukan itu mengatakan mereka menargetkan Israel, Armada Kelima AS di Bahrain dan pangkalan-pangkalan Amerika lainnya di Teluk sebagai balasan.
Di Israel, layanan darurat Magen David Adom mengatakan seorang wanita tewas dan setidaknya 21 orang terluka di daerah Tel Aviv setelah rudal Iran jatuh. Militer Israel mengatakan telah mengerahkan tim pencarian dan penyelamatan ke beberapa lokasi di seluruh negeri menyusul laporan jatuhnya proyektil.
Di Uni Emirat Arab (UEA), serangan dilaporkan terjadi di Abu Dhabi dan Dubai. Dua orang tewas di Abu Dhabi, termasuk seorang warga sipil Pakistan sementara ledakan dan asap mengepul dari pulau buatan di Dubai, The Palm, di mana empat orang terluka.
"Kementerian pertahanan negara itu mengatakan bahwa 137 rudal dan 209 drone ditembakkan ke wilayahnya," tulis AFP.
Ledakan keras juga terjadi di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, serta di ibu kota Bahrain, Manama. Hal sama juga terjadi di seluruh Doha, Qatar.
"Kementerian pertahanan Qatar mengatakan telah mencegat beberapa serangan rudal yang menargetkan negara Teluk tersebut," lapor AFP lagi.
Sedangkan di Irak, dua orang tewas dalam serangan udara di pangkalan militer yang menampung kelompok pro-Iran yang berpengaruh, Kataeb Hezbollah. Mereka mengancam AS dengan balasan.
5.Selat Hormuz Ditutup
Garda Revolusi Iran mengatakan Selat Hormuz, jalur air vital untuk pengiriman minyak dan gas, tidak aman karena serangan AS dan Israel. Karenanya wilayah perairan itu ditutup untuk kapal pada hari Sabtu.
"Garda Revolusi Iran telah memperingatkan berbagai kapal bahwa karena suasana yang tidak aman di sekitar selat akibat agresi militer oleh AS dan Israel dan tanggapan Iran, saat ini tidak aman untuk melewati selat tersebut," lapor kantor berita Tasnim.
"Dengan penghentian lalu lintas kapal dan tanker melalui Selat Hormuz, selat tersebut pada dasarnya telah ditutup," tambahnya.
Selai ini adalah jalur air vital yang dilalui sebagian besar minyak dan gas dunia. Harga minyak diyakini akan melambung tinggi.
6.Respons PBB dan Negara-Negara Dunia
Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan darurat terkait pertempuran tersebut. Utusan Iran menuduh AS dan Israel melakukan kemungkinan "kejahatan perang" dengan menyerang warga sipil.
Kepala PBB Antonio Guterres mengatakan aksi militer di Timur Tengah berisiko . Ini akan memicu serangkaian peristiwa yang tidak dapat dikendalikan siapa pun.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Oman, yang telah menjadi mediator pembicaraan antara Teheran dan Washington, juga mengatakan dia "terkejut" dengan kekerasan tersebut. Uni Eropa (UE), sekutu AS, mengatakan perkembangan di Iran "berbahaya".
Negara-negara Teluk mengutuk serangan "pengecut" Iran dalam pernyataan bersama yang dibacakan oleh duta besar Bahrain selama pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB. Rusia mengecam serangan AS-Israel sebagai "petualangan berbahaya" yang dapat memicu "bencana" regional.
Sekutu Ira, kelompok militan Hizbullah Lebanon, menyerukan negara-negara dan masyarakat di kawasan itu untuk melawan Israel dan AS. Belum ada pergerakan dari sekutu Iran di Yaman, Houthi.
7.Ribuan Penerbangan Dibatalkan
Menurut perusahaan analisis penerbangan Cirium, ribuan penerbangan batal terbang akibat serangan AS-Israel ke Iran yang dilanjutkan dengan balasan Teheran. Pada Sabtu, dari sekitar 4.218 penerbangan yang dijadwalkan mendarat di negara-negara Timur Tengah, ada sekitar 966 (22,9 persen) dibatalkan.
Angka tersebut meningkat menjadi lebih dari 1.800 jika juga termasuk penerbangan keluar. Untuk hari Minggu, 716 penerbangan dari 4.329 yang dijadwalkan ke Timur Tengah telah dibatalkan.
Sementara itu, situs pelacakan penerbangan FlightAware mengatakan lebih dari 19.000 penerbangan telah tertunda secara global. Di mana lebih dari 2.600 dibatalkan pada pukul 02.30 hari Minggu.
8.Negara-Negara Lakukan Penutupan Wilayah Udara
Penerbangan di seluruh Timur Tengah dibatalkan pada hari Sabtu dan Minggu pagi karena beberapa negara menutup wilayah udara sejumlah negara setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Negara mana saja?
1.Iran (menutup wilayah udaranya saat serangan dimulai sampai pemberitahuan lebih lanjut)
2.Israel (menutup wilayah udaranya untuk penerbangan sipil)
3.Qatar (menutup sementara wilayah udara negara Teluk tersebut)
4.Irak (menutup wilayah udaranya)
5.UEA (menutup wilayah udaranya sebagian dan sementara)
6.Suriah (menutup sebagian wilayah udaranya di selatan sepanjang perbatasan dengan Israel selama 12 jam)
7.Yordania (Angkatan udara Yordania sedang melakukan latihan untuk mempertahankan wilayah udara kerajaan)
8.Kuwait (menutup wilayah udaranya tanpa waktu tertentu).
Halaman 2>> Daftar Maskapai Umumkan Pembatalan-Pemimpin Baru Iran
source on Google

16 hours ago
3
















































