Liputan6.com, Jakarta - Bulan Ramadhan berlalu, seturut kedatangan Idul Fitri. Amalan agar pahala Ramadhan tetap mengalir di bulan Syawal menjadi ikhtiar agar pelatihan selama sebulan di bulan suci tetap dipertahankan, di bulan Syawal dan bulan-bulan selanjutnya.
Sukamto dalam buku Amalan setelah Ramadhan mengungkapkan, para ulama biasa berdoa selama enam bulan setelah Ramadhan agar Allah menerima amalan mereka, dan enam bulan berikutnya agar diberikan kekuatan untuk beribadah hingga Ramadhan berikutnya.
Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitabnya Latha'if al-Ma'arif berkata, "Sesungguhnya di antara balasan kebaikan adalah kebaikan selanjutnya. Dan di antara balasan dari amalan kejelekan adalah kejelekan selanjutnya." Kaidah ini menjelaskan bahwa tanda suatu amalan diterima adalah jika dilanjutkan dengan kebaikan selanjutnya, dan tanda suatu amalan tidak diterima adalah jika setelahnya justru diikuti dengan kejelekan.
Dengan kata lain, pahala Ramadhan akan terus mengalir jika kita mampu mempertahankan dan melanjutkan amalan-amalan kebaikan di bulan Syawal dan seterusnya. Berikut ini adalah amalan-amalan agar pahala Ramadhan tetap mengalir di bulan Syawal, dalil, pandangan ulama dari berbagai kitab klasik dan kontemporer.
1. Puasa Enam Hari di Bulan Syawal
Puasa Syawal merupakan amalan paling utama dan paling dianjurkan setelah Ramadhan. Rasulullah SAW menjanjikan pahala yang luar biasa bagi yang melaksanakannya.
Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang berpuasa Ramadan kemudian mengikutkannya dengan enam hari dari bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR. Muslim No. 1164).
Hadits ini memiliki derajat shahih dan diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahih-nya, yang merupakan salah satu kitab hadits paling terpercaya dalam Islam.
Imam An-Nawawi dalam kitab Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa pahala seperti puasa setahun diperoleh karena setiap kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali. Puasa Ramadan 30 hari setara 300 hari, ditambah puasa Syawal 6 hari setara 60 hari, total 360 hari atau satu tahun Hijriyah.
Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitab Latha'if al-Ma'arif menegaskan bahwa puasa Syawal bukan hanya soal pahala, tetapi juga tentang keberlanjutan dalam ibadah. Enam hari puasa ini mengajarkan bahwa amalan sunnah memiliki kedudukan tinggi jika dilakukan dengan istiqamah.
Fungsi Puasa Syawal dalam Menjaga Pahala Ramadhan:
- Menyempurnakan Pahala Puasa Ramadhan – Puasa Syawal menggenapkan ganjaran puasa Ramadhan menjadi pahala puasa setahun penuh.
- Menutup Kekurangan Ibadah Wajib – Layaknya shalat sunnah rawatib yang menyempurnakan shalat wajib, puasa Syawal juga berfungsi menutup kekurangan dalam puasa Ramadhan.
- Tanda Diterimanya Amalan Ramadhan – Menurut Ibnu Rajab, melakukan puasa sunnah setelah Ramadhan menjadi indikasi diterimanya amal ibadah Ramadhan. Jika Allah menerima amal seorang hamba, maka Allah akan mudahkan dia untuk beramal saleh setelahnya.
Tata Cara Puasa Syawal:
- Dilaksanakan selama enam hari di bulan Syawal, dimulai dari tanggal 2 Syawal (karena tanggal 1 Syawal diharamkan berpuasa) hingga akhir bulan Syawal [citation:Sukamto]
- Boleh dilakukan secara berturut-turut atau terpisah-pisah, sesuai kemampuan
- Boleh digabungkan dengan puasa sunnah lainnya seperti puasa Senin-Kamis
- Niat puasa Syawal: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى (Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah Ta'ala)
2. Menjaga Shalat Sunnah Rawatib
Shalat rawatib adalah shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu, sebelum dan sesudahnya. Amalan ini sangat ringan namun berfungsi menyempurnakan kekurangan dalam shalat wajib.
Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali dihisab pada hari Kiamat adalah shalat fardhu. Jika ia menyempurnakannya, maka baiklah. Jika tidak, maka disampaikan: Lihatlah oleh kalian, apakah hamba itu memiliki amalan (shalat) sunah? Jika memiliki amalan shalat sunah, sempurnakan amalan shalat fardhu dengan amal shalat sunahnya." (HR. Ibnu Majah).
Dalam hadits lain: "Tidaklah seorang hamba Muslim mendirikan solat sunat kerana Allah S.W.T. sebanyak dua belas rakaat setiap hari, melainkan Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di syurga." (HR. Muslim No. 728).
Rincian Shalat Rawatib:
- Dua rakaat sebelum Subuh
- Dua rakaat sebelum Dhuhur
- Dua rakaat setelah Dhuhur
- Dua rakaat setelah Maghrib
- Dua rakaat setelah Isya
Dengan menjaga shalat rawatib, seorang muslim telah menyempurnakan shalat wajibnya dan mendapatkan pahala yang terus mengalir.
3. Membaca Al-Qur'an Setiap Hari
Tradisi tadarus yang hidup selama Ramadan harus menjadi kebiasaan harian. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Muzzammil ayat 20:
فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ
"Bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur'an." (QS. Al-Muzzammil: 20).
Dalil dan Keutamaan
Rasulullah SAW bersabda:
اقْرَؤُوا الْقُرْآنَ، فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
"Bacalah Al-Qur'an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa'at bagi para pembacanya." (HR. Muslim No. 804).
Dalam hadits lain: "Siapa saja membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur'an), maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya." (HR. Tirmidzi).
Umat Islam dianjurkan menetapkan waktu khusus setiap hari, seperti setelah shalat Subuh atau sebelum tidur, dan membaca dengan tadabbur (memahami makna ayat).
4. Memperbanyak Istighfar
Memperbanyak istighfar adalah amalan yang dianjurkan setiap saat, termasuk setelah Ramadan.
Allah SWT berfirman dalam Surah Nuh ayat 10-12:
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا - يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا - وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا
"Maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.'"
Rasulullah SAW bersabda:
"Sesiapa yang beristighfar dengan ikhlas, Allah akan memberinya jalan keluar dari setiap kesempitan, kelapangan dari setiap kesusahan, dan akan memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (HR. Abu Dawud, no. 1518).
5. Memperbanyak Sedekah dan Kepedulian Sosial
Ramadhan penuh dengan semangat berbagi. Syawal adalah waktu yang tepat untuk mempertahankan semangat ini .
Allah SWT berfirman:
"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada tiap-tiap tangkai ada seratus biji." (Surah Al-Baqarah: 261).
Rasulullah SAW bersabda: "Sedekah itu menghapuskan dosa seperti air memadamkan api." (HR. Tirmidzi No. 614).
Praktik Sedekah di Bulan Syawal:
- Memberi makanan kepada tetangga
- Membantu mereka yang membutuhkan
- Menyumbang ke tempat ibadah
- Sedekah di waktu sempit sekalipun bisa bernilai lebih tinggi karena keikhlasannya.
6. Menjaga Silaturahmi dan Saling Memaafkan
Salah satu ciri khas bulan Syawal adalah budaya silaturahmi dan saling memaafkan. Ini bukan sekadar tradisi, tetapi amalan yang memiliki nilai ibadah tinggi .
Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." (HR. Bukhari No. 5985 dan Muslim No. 2557).
Menjaga hubungan baik dengan sesama bisa memperpanjang umur dan memperluas rezeki. Mengunjungi keluarga, meminta maaf, dan membuka lembaran baru bukan hanya tradisi lebaran, tapi termasuk amalan bulan Syawal yang bernilai pahala.
7. Melunasi Utang Puasa (Qadha Ramadan)
Bagi yang memiliki utang puasa Ramadan, bulan Syawal adalah waktu yang tepat untuk membayarnya. Ini adalah prioritas yang harus didahulukan.
Aisyah RA berkata: "Saya pernah punya hutang puasa Ramadhan dan saya belum melunasinya kecuali di bulan Sya'ban." (HR. Bukhari).
Sebagian ulama menyarankan melunasi qadha terlebih dahulu sebelum menjalankan puasa sunnah Syawal . Dengan melunasi utang lebih awal, beban akan terasa lebih ringan. Kombinasi antara puasa qadha dan puasa Syawal bisa menjadi solusi bagi mereka yang ingin mendapat keutamaan ganda selama bulan ini.
8. Menjaga Shalat Berjemaah di Masjid
Kebiasaan shalat berjemaah di masjid yang terbangun selama Ramadhan harus dipertahankan.
Rasulullah SAW bersabda: "Shalat berjemaah lebih utama daripada shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat." (HR. Bukhari dan Muslim).
9. Menghidupkan Malam dengan Qiyamullail
Ramadhan melatih kita bangun malam untuk shalat Tarawih dan Tahajud. Kebiasaan ini sangat dianjurkan untuk dipertahankan.
Rasulullah SAW bersabda: "Sholat yang paling utama setelah solat fardu adalah solat malam." (HR. Muslim No. 1163).
Dalam hadits lain: "Lakukanlah qiyamullail karena ia adalah kebiasaan orang-orang soleh sebelum kamu, ia mendekatkan kamu kepada Allah, menghapuskan dosa-dosamu, dan mencegah kamu daripada melakukan dosa." (HR. Tirmidzi No. 3549).
10. Puasa Sunnah Lainnya: Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, dan Puasa Daud
Selain puasa Syawal, ada puasa sunnah lain yang bisa dilanjutkan untuk menjaga konsistensi ibadah.
Dari Aisyah RA, ia berkata: "Rasulullah SAW sangat antusias dan bersungguh-sungguh dalam melakukan puasa pada hari Senin dan Kamis." (HR. Tirmidzi, An-Nasai, Ibnu Majah, Imam Ahmad).
Rasulullah SAW bersabda: "Puasa tiga hari di setiap bulannya adalah seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR. Bukhari).
Puasa Daud (sehari puasa, sehari tidak) adalah puasa sunnah paling utama. Jika seseorang menjalankan puasa Daud di bulan Syawal, maka ia bisa sekaligus berniat melaksanakan puasa Syawal hingga mencapai enam hari.
11. Memperbanyak Dzikir Pagi dan Petang
Dzikir adalah amalan ringan yang menjaga hati tetap terhubung dengan Allah sepanjang hari.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 152: "Maka, ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.".
Rasulullah SAW bersabda: "Hendaklah lisanmu senantiasa basah dengan mengingat Allah." (HR. Tirmidzi).
12. Berdoa Memohon Keistiqamahan
Memohon kepada Allah SWT agar diberi kekuatan untuk istiqamah dalam beribadah.
Doa yang Dianjurkan
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ
Latin: Yā Muqallibal qulūb, tsabbit qalbī 'alā dīnik
Artinya: "Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu." (HR. Tirmidzi, Ahmad).
Doa Lainnya
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
Latin: Rabbana la tuzigh qulubana ba'da idz hadaitana wahab lana min ladunka rahmatan, innaka antal Wahhab
Artinya: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (karunia)." (QS. Ali Imran: 8).
13. Mengikuti Majelis Ilmu
Kebiasaan menghadiri majelis ilmu dan kajian di bulan Ramadan harus dilanjutkan.
Rasulullah SAW bersabda: "Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim." (HR. Ibnu Majah, 2008).
Majlis ilmu adalah taman-taman surga di dunia. Bukan saja menambah ilmu, tetapi majelis ilmu juga menyuburkan iman dan merapatkan hubungan sesama Muslim.
14. Menikah di Bulan Syawal
Amalan ini mungkin tidak terlintas sebagai "ibadah" bagi kebanyakan orang, namun menikah di bulan Syawal memiliki landasan sunnah yang kuat.
Para ulama mazhab Syafi'iyyah menganjurkan menikah di bulan Syawal berdasarkan riwayat bahwa Aisyah RA dinikahi dan dibangunkan rumah tangganya dengan Rasulullah SAW pada bulan Syawal.
Tentu saja, ini bukan keharusan, melainkan anjuran yang menunjukkan bahwa Syawal adalah bulan yang baik untuk memulai kehidupan baru dalam ikatan pernikahan.
15. Menjaga Kebersihan dan Kesucian Rumah
Ebook "30 Inspirasi Ibadah Syawal" mengutip hadits: "Sesungguhnya Allah itu bersih dan sukakan kebersihan." (HR. Muslim, no. 91).
Kebersihan adalah sebahagian daripada iman, dan rumah yang bersih menggalakkan ibadah.
People also Ask:
Amalan sunnah apa yang paling ditekankan di bulan Syawal?
Puasa Sunnah Enam Hari di Bulan Syawal. Amalan paling masyhur di bulan Syawal adalah puasa enam hari. ...Menjaga Silaturahmi dan Saling Memaafkan. Syawal menjadi momen tepat untuk mempererat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan. ...Bersedekah dan Membantu Sesama. ...Memperbanyak Dzikir dan Doa. ...Mengqadha Puasa Ramadhan.
Apa yang dilakukan di bulan Syawal?
Keistimewaan Bulan Syawal dalam Islam
Keistimewaan lain dari Bulan Syawal adalah anjuran untuk melaksanakan puasa sunnah enam hari. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadan lalu mengikutinya dengan puasa enam hari di Bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun” (HR. Muslim).
10 Syawal ada apa?
Perang Hunai terjadi Tanggal: 10 Syawal 8 H di Lembah Hunain. Perang ini terjadi setelah Fathu Makkah (Pembebasan Makkah), ketika Rasulullah ﷺ dan pasukannya menghadapi suku Hawazin dan Tsaqif. Awalnya kaum Muslimin hampir kalah karena serangan mendadak, tetapi Allah menolong mereka sehingga meraih kemenangan.
Apa keistimewaan bulan Syawal?
"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka baginya (ganjaran) puasa selama setahun penuh." (HR Muslim). "Barangsiapa yang berpuasa satu bulan Ramadhan, ditambah enam hari (Syawal) setelah Idulfitri, pahala puasanya seperti pahala puasa satu tahun.

5 hours ago
3
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5433276/original/040144500_1764840946-WhatsApp_Image_2025-12-04_at_16.05.15.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528424/original/002107900_1773284417-Doa_saat_Idul_Fitri.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4374521/original/081753100_1679993733-ed-us-iXUXMn_-nh8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4779768/original/056174500_1711004488-hands-holding-knife-fork-alarm-clock-plate-blue-background.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501801/original/034251400_1770956928-unnamed__13_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539596/original/084833000_1774606233-celine1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/930874/original/077594600_1437123186-MENENTUKAN_HILAL_1_SYAWAL-TIM_RUKYATUL_HILAL-KEMBANGAN-JAKARTA-HELMI_AFFANDI-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5153360/original/019704300_1741323094-1741319518672_kata-kata-bijak-lebaran-idul-fitri.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3200721/original/063867600_1596694158-pexels-andrea-piacquadio-3764565.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4054720/original/000780500_1655361908-muhammad-adil-6JaO2SVfMq0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4770582/original/005521900_1710298713-masjid-pogung-dalangan-quTgb4lMbKo-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5165547/original/039502800_1742184289-b4a3c7bb548ce7350daf939ff99bd501.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/930851/original/099558700_1437121241-20150717-Salat_Id_di_Al_Azhar-Jakarta_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502257/original/039710500_1770975132-tavares_b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500774/original/010238600_1770876564-unnamed__15_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3430346/original/057356100_1618535827-coffee-cup-with-different-dried-fruits-nuts.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3234893/original/091449100_1599797359-lagu-pernikahan-laudya-cynthia-bella-en-07abdf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5066926/original/050970300_1735272788-1735270009668_100-kata-mutiara-islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3420247/original/bic-faithful-dark-skinned-woman-keeps-hands-praying-gesture-asks-allah-good-health-believes-wellness-has-veiled-head-wears-white-shirt-keeps-eyes-closed-enjoys-peaceful-atmosphere_273609-26346__2_.jpg)




























