15 Negara Penghasil Gas Alam Terbesar di Dunia, RI Nomor Berapa?

2 hours ago 2

Kanthi Malikhah,  CNBC Indonesia

17 April 2026 13:15

Jakarta, CNBC Indonesia - Gas alam merupakan salah satu komoditas energi strategis yang memainkan peran penting dalam menopang kebutuhan energi dunia.

Produksi gas alam masih sangat terkonsentrasi pada segelintir negara. Pada 2024, sekitar sembilan negara menyumbang lebih dari 70% total produksi dunia, menunjukkan tingginya dominasi pasar oleh pemain besar energi.

Di tengah meningkatnya permintaan energi global, terutama dari negara berkembang, peran gas alam kian diperdebatkan. Meski emisi pembakarannya lebih rendah dari batu bara, para ilmuwan memperingatkan bahwa kebocoran metana dan risiko carbon lock-in dari infrastruktur gas jangka panjang dapat menggerus keunggulan tersebut.

Negara Besar Mendominasi Gas Alam

Amerika Serikat masih menjadi produsen gas alam terbesar dunia dengan produksi mencapai 37.766 miliar meter kubik per tahun, di atas Rusia yang mencatat 22.673 miliar meter kubik per tahun.

Dominasi AS didorong oleh revolusi shale gas, khususnya dari wilayah seperti Appalachian Basin. Bahkan, kawasan Shale Crescent sendiri menghasilkan 369 miliar meter kubik, menjadikannya salah satu pusat produksi terbesar dunia.

Sementara itu, Rusia tetap menjadi pemain strategis, terutama dalam ekspor gas ke Eropa dan Asia, meskipun menghadapi tekanan geopolitik dalam beberapa tahun terakhir.

Selain dua raksasa tersebut, negara-negara Asia dan Timur Tengah menunjukkan peningkatan signifikan. Iran dan Qatar dengan produksi sebesar 9.852 miliar meter kubik dan 6.001 miliar meter kubik menunjukan dominasi di kawasan teluk.

China menjadi salah satu produsen gas alam terbesar dunia dengan produksi mencapai sekitar 9.127 miliar meter kubik pada 2024. Peningkatan ini didorong oleh kebutuhan energi domestik yang terus tumbuh seiring ekspansi industri dan urbanisasi.

Gas Alam di Indonesia

Indonesia merupakan salah satu produsen gas alam penting di dunia dengan menempati peringkat ke-13 global pada 2024, dengan produksi sekitar 2.465 miliar meter kubik. Posisi ini menempatkan Indonesia sebagai pemain menengah, namun tetap strategis di kawasan Asia Tenggara.

Secara historis, produksi gas alam Indonesia menunjukkan tren produksi gas alam yang relatif fluktuatif namun cenderung stagnan dalam jangka panjang.

Produksi meningkat signifikan sejak 1980 hingga mencapai puncaknya pada awal 2010, yakni sekitar 2.917 miliar meter kubik pada 2010, sebelum kemudian mengalami penurunan dan stabil di kisaran 2.300-2.500 miliar meter kubik hingga 2024.

Penurunan pasca 2010 disebabkan oleh deplesi lapangan gas tua dan natural decline pada lapangan-lapangan eksisting, sementara proyek-proyek baru yang berpotensi besar belum sepenuhnya berproduksi karena membutuhkan waktu dan investasi signifikan.

Ke depan, prospek Indonesia akan sangat bergantung pada investasi eksplorasi, pengembangan blok baru, serta optimalisasi lapangan eksisting, guna menjaga stabilitas produksi di tengah dinamika transisi energi global.

(mae/mae)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |