5 Mindset Negatif Soal Uang yang Bikin Susah Naik Kelas Jadi Kaya

2 hours ago 1
Daftar Isi

Jakarta. CNBC Indonesia - Banyak pekerja mengeluhkan gaji yang tak kunjung naik dan kondisi keuangan yang terasa jalan di tempat.

Namun persoalannya belum tentu hanya soal besarnya pendapatan, melainkan pola pikir tentang uang yang sudah tertanam sejak kecil.

Pakar keuangan pribadi asal Amerika Serikat, Ramit Sethi, menilai sebagian besar orang tumbuh dengan apa yang ia sebut sebagai "skrip tak terlihat" (invisible scripts) yakni keyakinan bawah sadar tentang uang yang terbentuk sejak masa kanak-kanak dan terus memengaruhi keputusan finansial saat dewasa.

Sethi, penulis buku terlaris I Will Teach You to Be Rich, mengatakan skrip tersebut kerap membuat seseorang menyabotase potensi penghasilannya sendiri.

"Sebagian besar dari kita tumbuh dengan 'skrip tak terlihat', yaitu keyakinan tentang uang yang kita serap sejak kecil dan tertanam begitu dalam hingga kita tidak menyadarinya."

1. "Negosiasi Gaji Itu Menakutkan"

Banyak orang merasa cemas saat harus meminta kenaikan gaji atau menegosiasikan tawaran kerja. Ketakutan ini bukan tanpa sebab.

Kita dibesarkan dengan anggapan bahwa negosiasi itu tidak sopan, agresif, atau membuat kita terlihat "mata duitan".

Sethi menjelaskan bahwa dalam budaya tertentu, termasuk budaya Barat, negosiasi sering dianggap adversarial (berlawanan atau konfrontatif).

Akibatnya, banyak orang menerima tawaran pertama dan mengulang pola itu sepanjang kariernya. Padahal dampaknya sangat besar.

Satu kenaikan gaji yang dinegosiasikan di awal karier bisa berkembang menjadi ratusan ribu dolar dalam jangka panjang terutama jika diinvestasikan dengan benar.

Cara Mengubah Pola Pikir

  • Sadari bahwa perusahaan mengharapkan negosiasi.

  • Negosiasi justru bisa mencerminkan rasa percaya diri dan kompetensi.

  • Lakukan riset pasar sebelum wawancara.

  • Sampaikan sejak awal bahwa Anda mencari kompensasi yang adil.

  • Gunakan data saat negosiasi: "Berdasarkan riset pasar, kisaran yang wajar adalah..."

Negosiasi bukan tentang serakah. Ini tentang menghargai nilai diri.

2. "Ingin Punya Banyak Uang = Serakah"

Ada stereotip negatif tentang orang kaya: arogan, tidak peduli, atau boros. Gambaran seperti karakter fiktif kaya raya yang hidup tanpa tanggung jawab membuat banyak orang tidak ingin diasosiasikan dengan kekayaan.

Akibatnya, keinginan untuk memiliki lebih banyak uang terasa "kotor" atau tidak nyaman.

Padahal uang adalah alat.

Sethi menantang narasi populer "Money changes people" (uang mengubah orang). Ia justru mengatakan:

"Ya, itu memang mengubah orang. Memang seharusnya begitu. Itu memungkinkan saya untuk menjadi lebih murah hati, lebih berani, dan lebih spontan."

Uang seharusnya memperluas kapasitas Anda untuk berbuat baik, membantu orang tua, berdonasi, atau menjalani hidup dengan lebih bermakna.

Cara Mengubah Pola Pikir

  • Cari role model finansial yang positif.

  • Bayangkan apa yang akan Anda lakukan dengan uang lebih banyak.

  • Fokus pada nilai dan dampak, bukan sekadar nominal.

Ingin kaya bukan berarti ingin pamer. Bisa jadi itu berarti ingin memberi lebih besar.

3. "Utang Saya Terlalu Besar, Saya Tidak Akan Pernah Kaya"

Kalimat seperti "Saya tidak akan pernah bebas dari utang" sering terdengar. Namun ketika Sethi bertanya kapan tepatnya utang itu akan lunas, 98% orang tidak tahu jawabannya.

Masalahnya bukan hanya pada utang, tetapi pada ketidakjelasan rencana.

Rasa putus asa muncul karena tidak ada alur waktu.

Cara Mengubah Pola Pikir

  • Buat rencana pelunasan utang yang spesifik.

  • Tentukan bulan dan tahun kapan utang selesai.

  • Hitung bagaimana tambahan pembayaran kecil bisa mempercepat pelunasan.

  • Siapkan strategi transisi setelah utang lunas (mode pertumbuhan).

Utang bukan vonis seumur hidup. Tanpa rencana, iya. Dengan rencana, tidak.

4. "Menabung Itu Sulit dan Menyiksa"

Nasihat keuangan klasik seperti "Berhenti beli kopi harian!" membuat proses menabung terasa seperti hukuman.

Jika keuangan hanya berisi larangan, wajar bila orang menyerah.

Sethi mengajukan pertanyaan yang berbeda: "What is my rich life?" - seperti apa hidup ideal Anda?

Apakah itu traveling, Membiayai pendidikan anak, Pensiun dini,

Ketika tujuan konkret dan emosional, menabung berubah dari kewajiban menjadi strategi.

Sethi mengatakan ketika orang mulai membayangkan kehidupan impian mereka, "you can see people's eyes light up."

Cara Mengubah Pola Pikir

  • Visualisasikan tujuan secara detail.

  • Hubungkan tabungan dengan pengalaman, bukan pengorbanan.

  • Gunakan otomatisasi untuk investasi dan tabungan.

Menabung bukan tentang menahan diri. Ini tentang membeli kebebasan di masa depan.

5. "Saya Tidak Tahu Harus Mulai dari Mana"

Kewalahan adalah musuh utama dalam keuangan pribadi. Banyak orang menunda karena merasa terlalu rumit.

Namun Sethi mengingatkan:

"Dalam segala hal dalam hidup, solusinya bukanlah dengan menutup mata dan mengabaikan masalah."

Dalam keuangan, penundaan berarti kehilangan potensi pertumbuhan secara eksponensial.

Semakin lama Anda menunda investasi atau perencanaan, semakin besar peluang yang hilang.

Cara Mengubah Pola Pikir

  • Akui bahwa literasi keuangan memang harus dipelajari.

  • Mulai dari satu buku atau satu sumber tepercaya.

  • Jangan menyerahkan sepenuhnya kepada orang lain.

(dag/dag)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |