Ancaman Stroke Mengintai, Penguatan Layanan Neuroscience Jadi Perhatian

1 day ago 9

loading...

Tingginya angka kematian akibat stroke di Indonesia mendorong penguatan layanan neurologi dan bedah saraf yang cepat, tepat, serta terintegrasi.

JAKARTA - Tingginya angka kematian akibat stroke di Indonesia mendorong penguatan layanan neurologi dan bedah saraf yang cepat, tepat, serta terintegrasi. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, stroke menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia dengan sekitar 337.000 kematian setiap tahun.

Kondisi tersebut membuat kecepatan diagnosis dan penanganan menjadi bagian penting dalam layanan stroke. Selain itu, koordinasi antarbidang medis dan penerapan protokol klinis yang terstandar turut diperlukan untuk mendukung penanganan pasien secara menyeluruh.

Upaya memperkuat layanan saraf ini pun menjadi salah satu fokus Siloam Hospitals Lippo Village. Selama tiga dekade, pengembangan layanan neuroscience dilakukan melalui peningkatan keahlian klinis, layanan subspesialisasi, pendidikan, penelitian, hingga pemanfaatan teknologi medis. Berawal dari pembentukan Neuroscience Centre Siloam Hospitals Lippo Village pada 1996, perjalanan pengembangan layanan neuroscience turut dirintis oleh Prof. Dr. Dr. dr. Eka Julianta Wahjoepramono, yang juga melakukan prosedur bedah pada area batang otak (brain stem surgery) pertama di Asia Tenggara.

Kini, Siloam menjadi pusat rujukan neuroscience di Indonesia dengan keahlian dalam menangani berbagai kondisi saraf dan bedah saraf kompleks, di mana telah menangani lebih dari 20.000 kasus neuroscience kompleks, didukung 16 dokter spesialis saraf dan 10 dokter spesialis bedah saraf. Layanan Neurologi dan Bedah Saraf mencakup neurointervensi, rehabilitasi saraf, neuro-onkologi, gangguan perilaku, neurodegeneratif, neurorestorasi, Memory & Aging Clinic, Pain Management, Deep Brain Simulation (DBS), terapi stroke akut melalui penghancuran dan pengangkatan sumbantan pembuluh darah otak hingga awake brain surgery.

Awake brain surgery adalah prosedur bedah saraf kompleks berpresisi tinggi yang telah dilakukan selama hampir dua dekade. Prosedur ini melibatkan pendekatan multidisiplin, dengan pasien tetap sadar pada tahap tertentu operasi untuk memungkinkan pemantauan fungsi saraf secara langsung.

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |