Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara ihwal anggaran gaji pegawai, termasuk manajer, Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang kabarnya akan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Purbaya mengaku belum mendapatkan informasi yang jelas dari Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan terkait dengan pembayaran gaji para manajer Kopdes yang tengah diseleksi saat ini.
Tapi, ia memastikan ada perintah supaya negara turut menanggung anggaran penggajiannya, selama dua tahun pertama saat resmi menjadi pegawai BUMN di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero).
"Saya enggak tahu. Itu Anda tanya Pak Zulhas. Yang saya tahu, saya wajib bayar itu katanya, ya sudah," kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Senin (4/5/2026).
Menurut Purbaya, informasi terkait adanya keharusan APBN untuk menanggung gaji manajer Kopdes Merah Putih disebabkan pejabat Kementerian Keuangan yang berada di bawahnya tidak pernah memberikan laporan terkait perkembangan rapat pengadaan selama ini di Kemenko Pangan.
"Rupanya anak buah saya sudah rapat sama mereka. Tapi enggak pernah laporan. Jadi yasudah, sudah tanda tangan itu. Jadi, karena pembiayaan clear," tegasnya.
Untuk mengantisipasi keharusan APBN menanggung gaji para manajer Kopdes Merah Putih nantinya, Purbaya mengatakan, dirinya akan menyisir kembali anggaran-anggaran Kementerian/Lembaga (K/L) yang tidak mampu terserap optimal tiap tahunnya supaya bisa dialihkan.
"Kita akan alokasikan dari beberapa kementerian atau lembaga terkait," tutur Purbaya.
"Itu kan Kopdes Merah Putih kan setahunnya dijatahkan berapa? Itu belum terbentuk semua kan? Di situ masih ada lebih uang yang bisa dipakai ke situ untuk sementara. Itu kan hanya dua tahun ke depan. Jadi, uangnya ada," papar Purbaya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan juga belum bisa menjelaskan terkait skema penggajian manajer Kopdes Merah Putih yang bakal berjumlah 30 ribu orang.
"Gaji nanti akan dibicarakan dan disampaikan oleh Kementerian Keuangan pada saatnya," ujarnya.
Namun ia memastikan sumber pembayaran tetap berasal dari skema yang telah disiapkan pemerintah melalui Agrinas.
"Karena ini di bawah Agrinas, tentu Agrinas yang akan membayar," kata Zulhas.
Detail sumber pendanaan akan diputuskan dalam tahap lanjutan. Saat ini prosesnya sedang dalam tahap pembahasan.
"Skema berikutnya akan kita putuskan," ujarnya.
(arj/haa)
Addsource on Google

1 hour ago
2

















































