Asing vs Lokal Tanam Duit di RI, Sektor Incarannya Beda

1 hour ago 3

Kanthi Malikhah,  CNBC Indonesia

23 April 2026 13:22

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah dominasi negara-negara seperti Singapura, China, dan Hong Kong sebagai investor utama, arah aliran modal asing ke Indonesia semakin terkonsentrasi pada subsektor tertentu.

Berdasarkan paparan Kementerian Investasi dan Hilirisasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja Investasi 2026, Kamis (23/04/2026), komposisi realisasi investasi tahun ini didominasi Penanaman Modal Asing (PMA). PMA berkontribusi 50,1% atau senilai Rp250 triliun, tumbuh 8,5% secara tahunan (yoy).

Sementara itu, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menyumbang 49,9% atau Rp248,8 triliun, dengan pertumbuhan 6% (yoy). Ini menunjukkan dorongan investasi pada awal 2026 lebih kuat datang dari luar negeri.

BKPM mencatat realisasi investasi Triwulan I 2026, khususnya yang berasal dari luar negeri mengalir deras ke sektor industri pengolahan berbasis logam, pertambangan, serta jasa pendukungnya.

Konsentrasi ini menegaskan pergeseran strategi investasi asing yang kini semakin berfokus pada hilirisasi sumber daya alam dan penguatan ekosistem industri domestik.

Penanaman Modal Asing

Realisasi investasi asing (PMA) pada Triwulan I 2026 menunjukkan, bahwa industri logam dasar, barang logam, serta bukan mesin dan peralatannya menempati posisi teratas dengan nilai investasi mencapai US$3,7 miliar atau sekitar 24,5% dari total PMA.

Penanaman Modal Dalam Negeri

Berbeda dengan investasi asing, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada Triwulan I 2026 menunjukkan pola yang lebih beragam dengan dominasi pada sektor-sektor yang mendukung aktivitas ekonomi domestik.

Subsektor pertambangan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai investasi mencapai Rp34,0 triliun atau sekitar 13,7%.

(mae/mae)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |