Jakarta, CNBC Indonesia - Krisis bahan bakar yang terjadi akibat perang di Timur Tengah telah memaksa sejumlah negara untuk mengambil kebijakan taktis untuk mengatasi gejolak di dalam negeri masing-masing. India dan Vietnam kompak melakukan pemangkasan pajak terkait bahan bakar.
Pemerintah India mengambil langkah dengan menurunkan pajak bahan bakar, ketika perang di Timur Tengah terus mengganggu pasokan minyak dunia dan memicu kekhawatiran kekurangan energi.
Menteri Keuangan Nirmala Sitharaman mengatakan pemerintah memangkas bea cukai pusat untuk bensin dan solar yang digunakan dalam negeri. Kebijakan ini disebut sebagai respons langsung terhadap krisis di Asia Barat.
"Dengan mempertimbangkan krisis Asia Barat, bea cukai pusat untuk bensin dan solar untuk konsumsi domestik telah dikurangi," kata Sitharaman dalam sebuah pernyataan, dilansir AFP, Jumat (27/3/2026).
India, salah satu importir minyak mentah terbesar di dunia, sangat bergantung pada pasokan luar negeri. Negara di Asia Selatan tersebut memenuhi lebih dari 85% kebutuhan minyaknya dari impor, dengan Rusia sebagai pemasok terbesar.
Sitharaman menjelaskan bahwa pajak bensin dan solar dipangkas sebesar 10 rupee per liter untuk melindungi konsumen dari lonjakan harga.
"Pemotongan ini untuk memberikan perlindungan kepada konsumen dari kenaikan harga," ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga menetapkan tarif ekspor baru untuk solar dan bahan bakar turbin penerbangan. Sitharaman mengumumkan biaya ekspor sebesar 21,5 rupee per liter untuk solar dan 29,5 rupee per liter untuk bahan bakar turbin penerbangan.
"Kebijakan ini akan memastikan ketersediaan yang memadai dari produk-produk ini untuk konsumsi domestik," tambahnya.
Lonjakan harga minyak sejak konflik dimulai telah mendorong biaya bahan bakar meningkat tajam dan memicu kekhawatiran kekurangan pasokan di berbagai negara. Situasi ini semakin diperparah setelah Iran menutup sebagian jalur perdagangan energi penting di Selat Hormuz.
Menteri Perminyakan Hardeep Singh Puri mengatakan India terus memantau situasi secara ketat.
Meski demikian, pemerintah India menegaskan pasokan domestik tetap aman. Kementerian Perminyakan menyebut India memiliki cadangan yang cukup.
Kementerian itu mengatakan India memiliki "hampir dua bulan pasokan stabil yang tersedia bagi setiap warga India, terlepas dari apapun yang terjadi secara global".
Namun, jaminan tersebut belum sepenuhnya meredakan kepanikan masyarakat. Warga yang khawatir terhadap potensi kelangkaan memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar.
Selain itu, banyak rumah tangga bergegas membeli kompor listrik sebagai alternatif, sehingga memicu kekurangan stok di toko-toko dan platform daring.
Kebijakan Vietnam
Sementara itu, Vietnam secara resmi menghapus sementara pajak lingkungan untuk bahan bakar minyak guna memangkas lonjakan harga bensin.
Kementerian Perdagangan Vietnam dalam pernyataan resminya menjelaskan bahwa tarif pajak perlindungan lingkungan untuk bensin, solar, dan bahan bakar penerbangan akan dipotong hingga nol persen. Kebijakan darurat ini mulai berlaku efektif sejak Jumat hingga 15 April mendatang untuk meredam gejolak ekonomi di dalam negeri.
"Ini dianggap sebagai solusi mendesak dan efektif untuk menstabilkan pasar minyak bumi dan memastikan keamanan energi nasional di tengah konflik yang meningkat di Selat Hormuz, yang menciptakan hambatan energi terbesar yang pernah ada," tulis Kementerian Perdagangan Vietnam dalam pernyataan resmi tersebut.
Data yang dirilis oleh kementerian menunjukkan bahwa kebijakan tersebut akan menurunkan harga bensin sekitar 26% dan mengurangi harga diesel sedikit di atas 15%. Penurunan tajam ini terjadi setelah biaya bahan bakar meroket drastis pada awal pekan ini akibat ketidakpastian geopolitik yang mencekam.
Pemerintah Vietnam juga telah menurunkan harga bensin oktan 95 menjadi 24.332 dong (Rp 15.572) per liter pada Jumat, turun signifikan dari harga sebelumnya yang mencapai 32.957 dong (Rp 21.092). Sementara itu, harga diesel juga mengalami penyesuaian turun menjadi 35.440 dong (Rp 22.681) per liter.
Sebelumnya, Vietnam telah menyesuaikan harga bahan bakarnya sebanyak dua kali pada Rabu guna menekan biaya setelah harga diesel melonjak lebih dari dua kali lipat sejak dimulainya perang di Timur Tengah akhir bulan lalu.
(luc/luc)
Addsource on Google

5 hours ago
6
















































