Barat Waswas China Lirik Tambang Tungsten di Vietnam, Apa Sebabnya?

7 hours ago 4

loading...

Sebagai BUMN logistik dengan jaringan terluas, Pos Indonesia (PosIND) hadir memberikan dukungan penuh dalam penyelenggaraan GPM. Foto/Dok

JAKARTA - Kementerian Pertanian bersama Kementerian/Lembaga terkait, Satgas Pangan, TNI, Polri, serta BUMN pangan melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak di 7.285 kecamatan di seluruh Indonesia. Program ini menjadi langkah konkret pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan pokok, mengendalikan inflasi, dan memastikan masyarakat dapat mengakses pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

Salah satu titik utama pelaksanaan GPM berlangsung di halaman Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan. Ribuan paket beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) disediakan untuk masyarakat. Acara ini dihadiri oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman, sejumlah pejabat tinggi negara, serta dukungan penuh dari Pos Indonesia (PosIND) yang hadir melalui Endy Pattia Rahmadi Abdurrahman (Plt. Direktur Utama Pos Indonesia) dan Tonggo Marbun (Direktur Bisnis Kurir dan Logistik PosIND), pada Sabtu (30/8/2025).

Baca Juga: Gandeng PosIND, Gerakan Pangan Murah Beras SPHP Resmi Diluncurkan

Menteri Pertanian: “Pasar Harus Sehat, Harga Harus Dijaga”

Dalam pernyataannya kepada media, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menekankan pentingnya intervensi pemerintah untuk menjaga stabilitas pangan, bukan hanya sesaat tetapi berkesinambungan.

“TNI, Polri, Kejaksaan, Satgas Pangan, hingga BUMN pangan semua mensupport. Ini bukan tiba-tiba, tapi sejak dua sampai tiga bulan lalu atas arahan Bapak Presiden kita sudah melakukan operasi rutin tiap hari. Dan ini bukan berhenti di hari ini saja, akan terus berlanjut di seluruh daerah. Kalau pasar di sini masih membutuhkan, kami lanjutkan. Kalau pasar di daerah lain masih meminta, kita teruskan. Prinsipnya, pemerintah hadir memastikan pangan tetap tersedia dengan harga yang wajar,” ujar Amran.

Amran juga menyoroti fenomena anomali harga pangan yang tidak selalu bergerak sesuai logika ketersediaan stok. “Sekarang irigasi sudah beres, pupuk dari sisi produksi dan regulasi sudah beres, oplah sudah beres, bahkan stok gudang saat ini tertinggi sepanjang sejarah. Tetapi ada anomali, stok banyak harga malah naik. Contoh paling konkret adalah minyak goreng. Kita ini produsen terbesar dunia, tapi harga bisa naik. Ada faktor anomali di dalam. Inilah yang kita intervensi. Pasar harus sehat. Jangan sampai rakyat terbebani. Karena menjaga harga pangan ini vital bagi kehidupan masyarakat,” tegasnya.

PosIND Siap Jadi Mitra Pemerintah dalam Distribusi Pangan

Sebagai BUMN logistik dengan jaringan terluas, Pos Indonesia (PosIND) hadir memberikan dukungan penuh dalam penyelenggaraan GPM.

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |