Jakarta, CNBC Indonesia - Second account bukanlah sesuatu yang baru saat ini. Penggunaan akun kedua anonim dan tidak dikenal banyak orang telah banyak digunakan oleh banyak pengguna di media sosial.
Alasannya penggunaannya pun beragam. Salah satunya bisa menjadi tempat curhat atau menyuarakan sesuatu tanpa diketahui oleh orang-orang yang dikenal di dunia nyata karena sifatnya yang anonim.
Namun anonim ini tidak bisa lagi bertahan di tengah perkembangan AI yang sangat masif. Karena menurut sebuah penelitian, teknologi tersebut dapat membongkar identitas mereka yang berada di akun anonim dengan cara yang lebih mudah, canggih dan hemat biaya.
Penelitian yang dilakukan Simon Lermen dan Daniel Paleka mencoba memasukkan akun anonim ke dalam AI dan memintanya mengumpulkan informasi yang bisa didapatkannya.
AI bisa mencari detail informasi di tempat lain di seluruh internet, yang kemudian mencocokkannya dengan identitas seseorang.
Fakta ini membuat khawatir karena dapat mempermudah peretas mengidentifikasi akun media sosial yang anonim. Pengawasan berbasis AI yang berkembang pesat menggunakan teknologi Label-Led-Models untuk mengumpulkan informasi mengenai seseorang secara online dari banyak sumber.
Lernen menjelaskan informasi masyarakat yang mudah didapatkan telah disalahgunakan dalam penipuan, seperti spear-phishing. Yakni peretas menyamar sebagai tempat dan memberikan link berbahaya kepada masyarakat.
Sementara Marc Juarez selaku dosen keamanan siber di Universitas Edinburgh mengungkapkan kekhawatiran lainnya. Menurutnya LLM dapat menggunakan data publik di luar media sosial yakni catatan rumah sakit, data penerimaan pasien dan rilis statistik lain.
"Ini cukup mengkhwatirkan. Saya pikir makalah ini menunjukkan kita harus mempertimbangkan kembali praktik-praktik kita," jelasnya dikutip dari The Guardian, Rabu (11/3/2026).
Marti Hearst dari UC Berkeley meyakini hal lain. LLM tidak sepenuhnya berbahaya asalkan tidak banyak informasi yang didapatkan.
LLM dapat kekurangan informasi untuk kesimpulan. Dalam banyak kasus potensi kecocokannya terlalu besar untuk dipersempit.
"Mereka hanya bisa terhubung antarplatform saat seseorang membagikan informasi yang sama di kedua tempat," kata Hearst.
(dem/dem)
Addsource on Google

13 hours ago
2
















































