Beredar Produk Kecantikan di Eropa, Ternyata Isinya Racun Mematikan

3 hours ago 1
Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu.

Jakarta, CNBC Indonesia - Pernah terjadi di Eropa abad ke-17, produk kecantikan yang tampak biasa di meja rias wanita ternyata menyimpan rahasia mematikan. Namanya, Aqua Tofana. Produk ini berwujud cairan jernih yang dijual sebagai losion kosmetik yang sebenarnya adalah alat untuk menghabisi nyawa.

Sejarawan Mike Dash dalam Toxicology in the Middle Ages and Renaissance (2017) mencatat, racun ini pertama kali dibuat oleh perempuan bernama Tofana di Sisilia, Italia, sekitar tahun 1630 dan menyebar luas ke Roma pada pertengahan abad ke-17.

"Racun ini dibuat dan didistribusikan oleh sekelompok wanita kepada klien yang hampir seluruhnya perempuan. Digunakan untuk membunuh suami yang kejam atau tidak diinginkan," tulis Dash.

Belakangan diketahui, kandungan utama Aqua Tofana adalah arsenik, timbal, dan kemungkinan klorida merkuri.

Keistimewaan racun ini terletak pada efeknya yang lambat dan sulit dideteksi. Menurut situs Britannica, jika masuk ke tubuh, maka korban mungkin hanya menunjukkan gejala ringan seperti penurunan tenaga, demam ringan, kurang tidur, dan hilangnya nafsu makan. Dengan dosis tepat, kematian bisa terjadi pada hari yang sudah ditentukan, tanpa menimbulkan kecurigaan.

Catatan sejarah menunjukkan eksekusi pertama terkait Aqua Tofana pada 1632-1633 di Palermo. Kala itu, dua orang perempuan bernama Francesca la Sarda dan Teofania di dihukum mati karena meracuni korban mereka. Namun, terungkapnya racun ini tak membuat produksi produk berhenti. Jaringan pabrik Aqua Tofana terus beroperasi di Roma di yang menyamarkan racun sebagai "Manna of St. Nicholas". Nama baru ini diperkenalkan sebagai minyak penyembuh yang dijual untuk menghilangkan noda kulit.

Dash mencatat, jaringan ini menargetkan berbagai kelas sosial, termasuk bangsawan Roma. Akibat tak mengetahui, sekitar 600 orang diperkirakan tewas akibat racun ini, termasuk rumor para pemimpin gereja juga menjadi korban. Sebagai konsekuensi, lima pemimpin jaringan dieksekusi di depan umum, sementara puluhan pelanggan kelas bawah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

(mfa/mfa)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |