BMKG Prediksi Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Berlangsung Lebih Panjang

4 hours ago 2

loading...

BMKG mengungkapkan kemarau pada 2026 diprediksi datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang. Foto/SindoNews

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan kemarau pada 2026 diprediksi datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang. Hal ini diungkapkan BMKG saat Rapat Koordinasi (Rakor) Antisipasi Fenomena El Nino yang diselenggarakan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan.

Pada rakor tersebut, Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, hadir didampingi Direktur Perubahan Iklim BMKG, A. Fachri Radjab yang dipimpin Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia dan diikuti secara daring oleh jajaran Polda di seluruh Indonesia, serta Unit Pelaksana Teknis BMKG di daerah.

Dalam paparannya, Guswanto menyampaikan dinamika atmosfer terkini, dampak historis El Nino terhadap berbagai sektor, serta potensi perkembangan fenomena tersebut pada tahun 2026.

Baca juga: Bantah Isu Kemarau 2026 Terparah Sepanjang 30 Tahun, Ini Penjelasan BMKG

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan lintas sektor dan lintas wilayah dalam menghadapi potensi dampak anomali iklim, khususnya yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau 2026.

Ia menjelaskan kondisi iklim global saat ini masih berada pada fase ENSO netral hingga pertengahan tahun 2026. Namun demikian, hasil analisis BMKG pada akhir Maret 2026 menunjukkan adanya kecenderungan transisi menuju fase El Nino dengan intensitas lemah hingga moderat pada semester II tahun 2026.

Lihat video: Kementan Siapkan Program Pompanisasi, Bantu Petani Hadapi Musim Kemarau

“Hasil analisis BMKG pada akhir Maret 2026 menunjukkan adanya kecenderungan transisi menuju fase El Nino dengan intensitas lemah hingga moderat pada semester II tahun 2026, dengan peluang berkisar antara 50 hingga 80 persen. Kondisi tersebut berpotensi mempengaruhi musim kemarau 2026 yang diprediksi datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normal,” jelas Guswanto dalam keterangannya, Jumat (17/4/2026).

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |