Bocah Ajaib Berharta Rp 53 Triliun Jadi Bos Besar, Dihujat Keras

1 day ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Perekrutan bocah ajaib, Alexander Wang ke Meta dikritik mantan kepala ilmuwan AI, Yann Lecun. Pendiri ScaleAI yang berusia 29 tahun dengan harta US$3,2 miliar (Rp53 triliun) menurut Forbes, disebutnya tidak punya pengalaman.

"Dia belajar dengan cepat, tahu apa yang tidak dia diketahui," kata Lecun yang dikenal sebagai Bapak AI, dikutip dari CNBC Internasional, Rabu (7/1/2026).

"Dia tidak punya pengalaman dalam penelitian atau cara melakukan peneltiian, bagaimana Anda melakukannya. Atau apa yang menarik atau menjijikan untuk seorang peneliti," dia menambahkan.

Lecun menambahkan CEO Meta Mark Zuckerberg yang merekrut Wang telah kehilangan kepercayaan pada semua orang yang terlibat setelah perusahaannya dituduh memanipulasi tolak ukur pembuat Llama4.

"Pada dasarnya Zuckerberg mengesampingkan seluruh organisasi Gen AI," ucapnya.

Meta diketahui gencar merekrut banyak tenaga ahli AI. Bahkan dilaporkan menawarkan bonus US$100 juta untuk merekrut talenta terbaik dari OpenAI.

Ini sebagai cara Meta untuk ikut berlomba dalam pertandingan pengembangan AI. Terkait perekrutan, Lecun hanya mengatakan waktu yang akan menjawabnya soal ide tersebut.

Wang merupakan pendiri Scale AI yang dibeli Meta tahun lalu. Induk perusahaan Instagram membeli 49% saham dengan nilai US$14,8 miliar.

Bukan hanya itu, Wang menjadi Chief AI Officer di Meta. Pekerjaannya memimpin salah satu unit baru dalam tim Meta Superintelligence Labs (MSL).

Superintelligence itu menaungi beberapa tim untuk mengembangkan mode dasar AI. Mulai dari perangkat lunak open source Llama, produk AI dan proyek riset Fundamental Artificial Intelligence Research.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |