BPOM Kantongi Status WLA, Begini Strategi Industri Farmasi

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama Biotis Pharmaceuticals Indonesia FX Sudirman mengungkapkan keberhasilan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia mendapatkan WHO Listed Authority (WLA), semakin menegaskan kualitas industri farmasi tanah air. Dengan begitu, industri farmasi dalam negeri semakin mantap dalam memenuhi kebutuhan obat-obatan dan mewujudkan kemandirian terutama untuk suplai vaksin.

"Tapi dengan status WLA kita memiliki positioning yang unik. Indonesia sebagai negara berkembang satu-satunya yang mendapatkan itu dan bisa mendorong kita untuk ekspansi pasar," jelas FX Sudirman dalam dalam Health Forum, CNBC Indonesia, dikutip Senin (2/3/2026).

Apalagi dengan Indonesia sebagai negara G20, menurut dia ini kesempatan emas untuk mengukuhkan posisi di industri vaksin global. Untuk itu, FX Sudirman menegaskan Biotis akan terus memperbaiki sistem dan memperluas pasarnya.

"Jadi WLA ini bisa kita jadikan titik balik untuk mendeklarasikan bahwa target market kita selain memenuhi kemandirian bangsa kita tapi juga bisa ekspansi," pungkas dia.

Sementara itu, Director of Corporate Relations, PT Etana Biotechnologies Indonesia, Andreas Donny Prakasa menyatakan, WLA bisa dimanfaatkan untuk mendukung teknologi yang makin canggih dan bekerja sama dengan negara-negara lain untuk transfer teknologi.

"Penting untuk transfer teknologi, China ini pasarnya paling besar, bagaimana kita bisa meng-grab pasar China, ya dengan kolaborasi, bisa dengan produksi dengan Public Private Partnership (PPP)," jelas Andreas.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Biofarma Shadiq Akasya mengatakan dengan WLA masyarakat akan semakin percaya dengan industri farmasi Indonesia, termasuk Bio Farma.

"Pemerintah bisa turun mendukung agar perusahaan Indonesia bisa masuk ke negara lain. WLA seperti ini tentu kita harus meningkatkan diri kita sendiri. WLA bukan sesuatu yang pasti tapi ini saringan yang ketat dari BPOM. WLA dapat memperluas rantai pasok mengajak kita lebih luas lagi," pungkas dia.

Sebagai informasi beberapa waktu lalu BPOM resmi ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) sebagai WHO Listed Authority (WLA) dalam regulasi produk medis (vaksin). Pengakuan ini menempatkan BPOM sejajar dengan otoritas regulator terkemuka yaitu negara-negara maju di dunia, seperti Therapeutic Goods Administration (TGA) Australia.

(rah/rah)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |