Gelson Kurniawan, CNBC Indonesia
14 April 2026 10:15
Jakarta, CNBC Indonesia - Musim pembagian dividen tahun buku 2025 kembali meramaikan aktivitas di pasar modal Indonesia. Puluhan emiten dari berbagai sektor secara resmi mengumumkan jadwal distribusi keuntungan perusahaan bagi para pemegang saham.
Langkah korporasi ini mencerminkan komitmen entitas bisnis dalam memberikan nilai tambah atas capaian kinerja positif yang dibukukan sepanjang tahun lalu.
Secara umum, mayoritas emiten menjadwalkan periode pencatatan pemegang saham atau recording date pada pertengahan hingga akhir April 2026, dengan realisasi pembayaran tunai yang terpusat di akhir April hingga awal Mei 2026.
Dominasi Sektor Finansial dan Variasi Mata Uang
Sektor keuangan memimpin agenda pasar modal ini dengan alokasi nilai yang cukup signifikan. Emiten perbankan raksasa seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menetapkan rasio pembayaran mencapai 92% dari laba bersih 2025, sementara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menjadwalkan pembayaran dividen sebesar Rp 349,41 per lembar saham setara dengan 65% dari laba bersihnya.
BRI akan membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya senilain Rp 52,10 triliun dari laba bersih tahun buku 2025 atau setara dengan Rp 346 per saham. Keputusan ini telah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
Jumlah tersebut termasuk Dividen Interim yang telah dibagikan kepada Pemegang Saham pada tanggal 15 Januari 2026 sejumlah Rp20.632.254.718.348,00 atau sebesar Rp137 per saham.
Dengan demikian, sisa jumlah dividen tunai yang akan dibayarkan kepada pemegang saham sebesar Rp31.470.159.890.136,00 atau sebesar Rp209,00 per saham.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga menetapkan dividen tahunan dari akumulasi dividen interim dan final untuk menjaga kepuasan investor.
Nominal yang dibagikan sangat bervariasi, mulai dari satuan rupiah seperti PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA), hingga menyentuh ratusan rupiah per saham oleh emiten pembiayaan seperti PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF).
Selain Rupiah, PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) mendistribusikan dividennya dalam denominasi Dolar Amerika Serikat, yang nantinya dikonversi menggunakan kurs tengah Bank Indonesia bagi pemilik rekening domestik. Berikut adalah rincian besaran dividen per lembar saham untuk tahun buku 2025:
Strategi Korporasi dan Regulasi Perpajakan
Selain metode pembayaran dividen tunai konvensional, terdapat aksi korporasi berbeda di mana PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) merencanakan pembagian dividen saham dari kapitalisasi saldo laba guna memperkuat struktur permodalan perseroan.
Terkait regulasi perpajakan, emiten seperti PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) dan PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) secara transparan mengingatkan bahwa pemodal domestik yang menginvestasikan kembali dividennya di wilayah Indonesia berhak mendapatkan fasilitas pembebasan pajak.
Sebaliknya, investor asing wajib melampirkan dokumen surat keterangan domisili untuk penyesuaian tarif. Sebagai catatan penutup, PT CIMB Niaga Auto Finance tidak dimasukkan ke dalam daftar komparasi di atas karena perseroan tidak merilis besaran nominal spesifik per lembar sahamnya ke publik.
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/gls)

9 hours ago
2
















































