loading...
Dahulu Iran dikenal dengan sebutan Kerajaan Persia ,suatu nama yang pernah dipakai oleh nenek moyang bangsa Iran di daratan Tinggi Iran yang dikuasai pada tahun 1700 SM. Foto ilustrasi/ist
Darimana asal-usul bangsa Iran ? Negara Republik Islam yang tengah berkonflik atau berperang dengan Amerika Serikat dan Israel itu masih menghiasi semua laman informasi dan menjadi trending topic dalam beberapa hari terakhir ini di seluruh dunia.
Dahulu Iran dikenal dengan sebutan Kerajaan Persia , namun sejak 1935, pada masa kekuasaan Raja Reza Khan, pendiri Dinasti Pahlevi dan ayah Syah Muhammad Reza Pahlevi yang ditumbangkan oleh Ayatullah Khomeini pada tahun 1979, sebutan Persia diganti dengan Iran. Suatu nama yang pernah dipakai oleh nenek moyang bangsa Iran di daratan Tinggi Iran yang dikuasai pada tahun 1700 SM.
Menurut buku "Ensiklopedi Islam" (Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve, 1994), disebutkan pula bahwa pada masa kekuasaan Darius, kata Iran pernah digunakan bagi negeri kekuasaannya.
Penduduk asli Iran, berasal dari padang rumput Kaukasian dan mulai berimigrasi ke Iran sekitar 1500 SM. Sepanjang sejarah, Iran menderita beberapa invasi kelompok-kelompok etnik lain.
Pendudukan dalam skala besar dilakukan oleh etnik Arya seperti Medes dan Parsa. Etnik minoritas terbesar saat ini dibentuk oleh penduduk yang berbahasa Turki, tetapi sudah berbeda dengan bentuk aslinya.
Kebanyakan bermukim di sebelah Barat Laut Iran, khususnya di dua provinsi Azerbaijan dan provinsi Fars dan Teluk Persia. Kelompok-kelompok suku besar lainnya adalah suku Kurdi terutama yang terdapat di sebelah Barat Azerbaijan, Kurdistan dan wilayah Kermanshah, yakni suku Lur di Luristan dan suku Bakhtiari yang tinggal di daerah luas Zagros.
Baca juga: Kedudukan dan Kisah Bangsa Iran dalam Ayat-ayat Al Quran dan Hadis Nabi SAW
Ajid Thohir dalam "Studi Kawasan Dunia Islam: Perspektif Etno-Linguistik dan Geo-Politik" Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2009) menyebut kelompok-kelompok minoritas terkecil lain, Yahudi berjumlah 20.000-40.000 jiwa, Armenia berjumlah 50.000 jiwa dan Assyria berjumlah 25.000 jiwa.
Pada tahun 637 M melalui Perang Qadisiyyah, Imperium Persia jatuh ke tangan kaum Muslimin yang waktu itu dipimpin oleh Khalifah Umar bin Khattab (634-644).
Kemudian pada tahun 641, melalui peperangan Nahavand, seluruh Imperium Persia yang waktu itu dipimpin oleh Raja Yazdajird jatuh ke tangan kaum Muslimin.
Sejak itu Persia (Iran) yang semula menganut agama Zoroaster beralih ke agama Islam. Akhirnya, kebudayaan Islam pun berkembang di Persia.
Pada tahun 820 M seluruh wilayah Persia praktis berada di bawah kekuasaan penuh kekhalifahan di Baghdad. Tetapi sejak tahun 820 M bermunculan dinasti-dinasti kecil maupun besar di berbagai wilayah Persia yang silih berganti menguasai wilayah-wilayah Persia.


















































