Dolar Lewati Rp 16.900, Purbaya Tegaskan Tak Ada Gangguan di BI

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menduga, tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat disebabkan spekulasi gangguan independensi Bank Indonesia (BI) setelah Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono dinominasikan Presiden Prabowo Subianto sebagai pengganti Juda Agung, Deputi Gubernur BI yang mengundurkan diri.

Sebagaimana diketahui, per hari ini, kurs rupiah sudah semakin tertekan hingga melampaui level Rp 16.900/US$. Merujuk data Refinitiv, rupiah ditutup melemah 0,33% ke level Rp16.935/US$, sekaligus mencetak level penutupan terlemah sepanjang sejarah terbaru. Padahal pada pembukaan perdagangan pagi hari, rupiah sempat menguat 0,15% dan berada di level Rp16.850/US$.

"Jadi ini mungkin sebagian spekulasi ketika Thomas akan ke sana, wow orang spekulasi, dia (BI) independensinya hilang. Saya pikir enggak akan begitu," kata Purbaya saat ditemui di kawasan Gedung DPR, Jakarta, Senin (19/1/2026).

Menurut Purbaya, tekanan rupiah itu tak mencerminkan tekanan terhadap fundamental ekonomi Indonesia, sebab ia menyinggung level Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang malah menguat pada perdagangan hari ini. Indeks naik 58,47 poin atau 0,64% ke level 9.133,87 pada penutupan perdagangan.

"Rupiah kan akan tergantung pada fundamental ekonominya. Anda lihat kan? IHSG All time high, kan? Oh, 9.133," tegasnya.

"Kalau indeks naik ke situ, pasti ada flow asing masuk ke situ juga, kan? Enggak mungkin masuk sendiri yang bisa mendorong itu ke level yang seperti itu. Jadi tinggal tunggu waktu saja rupiahnya menguat. Juga karena suplai dolar akan bertambah," ucap Purbaya.

Oleh sebab itu, ia meyakini setelah spekulasi terkait masuknya Wamenkeu ke otoritas moneter berakhir, kurs rupiah dengan sendirinya akan membalik menguat dalam waktu dekat.

"Begitu insaf (spekulan), juga langsung menguat lagi rupiah karena fondasi ekonominya kita akan jaga supaya semakin membaik ke depan. Pertumbuhan ekonomi akan semakin cepat, semakin cepat, semakin cepat," tegasnya.

(arj/haa)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |