Eks PM Israel: Qatar Adalah Musuh yang Lebih Berbahaya daripada Iran

19 hours ago 7

loading...

Mantan PM Israel Naftali Bennett sebut Qatar sebagai musuh yang lebih berbahaya daripada Iran saat ini. Foto/Avshalom Sassoni/Flash90

TEL AVIV - Mantan Perdana Menteri (PM) Israel Naftali Bennett telah menggambarkan Qatar sebagai musuh yang lebih berbahaya daripada Iran saat ini. Dia berjanji akan secara resmi menyatakan emirat Teluk itu sebagai negara musuh jika dirinya terpilih untuk memerintah rezim Zionis akhir tahun ini.

Berbicara kepada program Meet the Press di Channel 12, pemimpin aliansi oposisi Together itu menjelaskan alasannya, dengan mengatakan: “Dengan Iran, semua orang tahu bahwa [mereka mengatakan]; ‘Kami akan menghancurkan Israel'.”

Baca Juga: Mengejutkan, Jenderal AS Mulai Angkat Tangan dalam Lindungi Israel karena Krisis Sumber Daya Militer

"Namun Qatar, mendanai teroris Nukhba pada 7 Oktober [2023], Qatar mengoperasikan Al Jazeera, yang merupakan kanker paling beracun yang menyakiti kita. Qatar menjangkau tempat-tempat berpengaruh di universitas-universitas Amerika. Dan yang terpenting, [mereka memiliki akses] ke tempat paling suci untuk keamanan Israel—yaitu kantor perdana menteri Israel," papar Bennett, yang dilansir Times of Israel, Minggu (2/8/2026).

Ini tampaknya merujuk pada skandal yang disebut "Qatargate", di mana mantan dan ajudan PM Benjamin Netanyahu, termasuk ajudan senior Jonatan Urich, diduga menerima uang untuk memimpin kampanye hubungan masyarakat untuk menampilkan Qatar dalam citra positif selama lebih dari setahun setelah serangan Hamas pada 7 Oktober.

"Qatar bekerja melawan kita dan meracuni kita dari dalam,” kata Bennett, dengan geram karena Israel tidak mendefinisikan Qatar sebagai negara musuh.

"Menurut hukum saat ini, siapa pun dapat bekerja untuk Qatar. Anda bisa menjadi agen untuk Qatar,” katanya. “Musuh paling berbahaya bagi Israel tidak didefinisikan sebagai negara musuh.”

Dia mengeklaim bahwa banyak orang di Israel yang menerima gaji dari Qatar. “Ada lembaga penelitian di Israel, ada tokoh berpengaruh di Israel, dan mungkin juga pejabat di Israel yang menerima gaji dari Qatar," ujarnya.

“Dalam pemerintahan berikutnya, kita akan mendefinisikan Qatar sebagai musuh,” janjinya, seraya mengatakan bahwa “tidak dapat dimaafkan” jika hal ini belum terjadi.

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |