Erupsi Anak Krakatau, Industri Penerbangan Terancam Rugi Rp19 Miliar per Hari

6 hours ago 3

loading...

Aktivitas penumpang saat penutupan sementara di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (6/9/2026). FOTO/Aldhi Chandra

JAKARTA - Sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau yang melintasi ruang udara (Flight Information Region/FIR) Jakarta memicu ancaman kerugian finansial signifikan bagi industri penerbangan nasional. Asosiasi maskapai memperkirakan potensi kerugian ekonomi dapat mencapai Rp19 miliar per hari akibat pembatalan tiket, lonjakan konsumsi bahan bakar untuk rute memutar, hingga pembengkakan biaya kompensasi penumpang.

“Dampak bisnis ke maskapai bersifat ganda, yakni kehilangan pendapatan sekaligus menanggung lonjakan biaya operasional. Simulasi harian gangguan di CGK dan TKG menunjukkan potensi kerugian Rp10 miliar hingga Rp19 miliar per hari dari 30–50 penerbangan yang batal, ekstra avtur, parkir pesawat, serta kompensasi penumpang, yang jika berlanjut sepekan bisa menembus Rp70 miliar sampai Rp130 miliar,” ujar Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carrier Association (INACA) Bayu Sutanto kepada SindoNews, Senin (7/9/2026).

Baca Juga: 8 Bandara Masih Ditutup Sampai Pagi Ini, Termasuk Halim dan Soetta

INACA mencatat gangguan sebaran abu vulkanik ke arah timur laut berimbas langsung pada kepadatan koridor Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) dan Bandara Radin Inten II Lampung (TKG). Situasi ini memberikan pukulan ganda bagi neraca keuangan maskapai karena hilangnya potensi pendapatan penjualan kursi di saat biaya operasional darurat justru melesat tajam.

Berdasarkan peringatan Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin dan Notam navigasi penerbangan, pembatalan jadwal otomatis diberlakukan apabila konsentrasi abu vulkanik di jalur lepas landas maupun pendaratan melebihi ambang batas 4.000 ppm. Kondisi ini membuat rute menuju Lampung paling rawan karena posisinya berjarak kurang dari 150 kilometer dari kawah aktif, disusul rute padat menuju Batam, Pontianak, serta keberangkatan ke arah selatan dan barat Jakarta.

“Penundaan dan holding selama 60 hingga 120 menit menjadi dampak paling dominan di CGK, sementara rute domestik ke Sumatera bagian selatan serta rute internasional ke Australia terpaksa dialihkan memutar lewat utara Jawa dengan tambahan waktu terbang 20-40 menit,” jelas Bayu.

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |