Gagasan Buku Lanskap Pendidikan Indonesia Digdaya Diluncurkan

6 hours ago 4

loading...

Peluncuran gagasan buku berjudul Lanskap Pendidikan Indonesia Digdaya: Menuju Visi Pendidikan Indonesia 2045. Foto/Istimewa

JAKARTA - Adidaya Foundation (Adyatama Indonesia Digdaya) meluncurkan gagasan buku berjudul Lanskap Pendidikan Indonesia Digdaya: Menuju Visi Pendidikan Indonesia 2045 dalam sebuah acara di Gedung BPMP DKI Jakarta. Buku ini merupakan kumpulan gagasan strategis yang menawarkan arah transformasi pendidikan nasional untuk menghadapi tantangan masa depan.

Peluncuran gagasan buku tersebut dilakukan bersamaan dengan diskusi panel yang menghadirkan sejumlah tokoh, di antaranya Tantan Hermansyah (Penasihat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah ), Beryana Evridawati (Penanggung Jawab Tata Kelola Direktorat SMA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah), serta Fahri Faturahman dan Aufar Abdul Aziz yang juga merupakan tim penulis buku Lanskap Pendidikan Indonesia Digdaya. Acara ini turut dihadiri Pembina Adidaya Foundation Ilham Nurhidayatullah, Pengawas Adidaya Foundation Sholahudin Hasan, dan Ketua Adidaya Foundation Budi Ramadhan Ritonga.

Dalam sambutannya, Ketua Adidaya Foundation Budi Ramadhan Ritonga mengatakan, lembaganya memiliki dua misi utama, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa dan mendorong kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pendidikan dan ekonomi "Kedua elemen ini terus kami perjuangkan agar gerakan Adidaya dapat terus berkembang," ujar Budi dalam acara yang digelar Minggu (15/3/2026) tersebut.

Baca Juga: Tingkatkan Akses Pendidikan Tinggi, UI Kembangkan Pendidikan Berbasis Siber

Dua penulis buku, Fahri Faturahman dan Aufar Abdul Aziz, turut memaparkan pokok-pokok pemikiran yang menjadi dasar penyusunan buku tersebut. Menurut Fahri, buku Lanskap Pendidikan Indonesia Digdaya disusun sebagai upaya merumuskan peta jalan transformasi pendidikan Indonesia agar mampu menjawab tantangan global sekaligus memperkuat identitas kebangsaan.

"Buku ini mencoba memotret kondisi pendidikan nasional sekaligus menawarkan paradigma baru agar pendidikan tidak hanya mencetak tenaga kerja, tetapi juga membangun manusia Indonesia yang utuh," ujar Fahri.

Aufar Abdul Aziz menjelaskan bahwa gagasan dalam buku tersebut lahir dari kegelisahan terhadap berbagai persoalan pendidikan nasional, mulai dari ketimpangan akses pendidikan hingga tantangan transformasi digital di sekolah.

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |