Gen Z Kompak Tinggalkan Smartphone, Ramai Pindah ke HP Penggantinya

4 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Smartphone kini mulai ditinggalkan oleh Generasi Z atau Gen-Z. Kenapa? karena mereka disebut bosan menggunakan smartphone dan mulai melirik ponsel jadul.

"Saya pikir Anda bisa melihatnya dengan populasi Gen Z tertentu - mereka bosan dengan layar (smartphone)," kata salah satu influencer 'dumb phone' Jose Briones, dikutip dari CNBC International, Selasa (3/3/2026).

Menurutnya, Gen Z mulai melirik menggunakan ponsel jadul atau feature phone. Tren ini mulai terlihat di Amerika Serikat (AS) sejak beberapa tahun lalu.

HMD Global menjadi salah satu perusahaan yang ketiban durian runtuh. Perusahaan diketahui memiliki merek ponsel sejuta umat Nokia yang banyak menjual ponsel awal tahun 2000-an lalu.

BErdasarkan data, penjualan feature phone di AS telah melonjak hingga mencapai puluhan ribu per bulannya pada 2022. Senada dengan AS, penjualan global juga meningkat.

Counterpoint Research melaporkan pasar Timur Tengah, Afrika dan India mendominasi pasar feature phone dan mencapai 80% di tahun lalu.

Di sisi lain, pasar smartphone Indonesia tercatat tidak begitu baik. Daya beli masyarakat diketahui mengalami penurunan sejak beberapa tahun lalu.

IDC dalam laporan Worldwide Quaterly Mobile Phone Tracker menyebutkan pasar smartphone Indonesia menurun 14,3% pada 2023. Jumlah unit yang dikirimkan hanya 35 juta unit saja.

Namun keadaan mulai membaik tahun lalu. Secara keseluruhan pasar smartphone di Indonesia mengalami pertumbuhan positif 15,5 persen secara tahun ke tahun (year-on-year/YoY) menjadi hampir 40 juta unit sepanjang 2024.

Pengiriman smartphone secara global tumbuh tipis 1,5% pada tahun 2025. IDC dalam laporan Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker menjelaskan pengiriman 2025 diperkirakan 1,25 miliar unit.

IDC melihat risiko penurunan pasar HP global pada tahun 2026, yakni menyentuh 5% dalam skenario pesimistis, bersamaan dengan peningkatan harga jual rata-rata dan siklus penggantian yang lebih panjang.

Lebih spesifik, laporan IDC pada 9 Desemper 2025 menyebut bahwa HP konvensional dengan layar tak bisa dilipat (non-foldables) akan mengalami penurunan pengapalan sebesar 1,4% di 2026.

Di saat bersamaan, HP lipat yang lebih inovatif justru diprediksi akan tumbuh signifikan mencapai 29,7% di 2026, dikutip dari laman IDC beberapa waktu lalu.

Pertumbuhan ini didorong kemunculan iPhone lipat pertama yang sudah dinanti-nanti, serta kehadiran Samsung Galaxy Z TriFold yang menandai inovasi lebih lanjut berupa HP lipat tiga.

"Tahun 2026 akan bergairah untuk kategori HP lipat dengan pertumbuhan tahunan diproyeksikan hampir 30%, dibandingnya patokan 6% pada proyeksi sebelumnya," kata Nabila Popal, direktur riset senior IDC.

"Samsung akan memulai 2026 dengan Galaxy Z TriFold yang, memperkenalkan HP lipat tiga ke pasar mainstream secara global, dan memabngun momentum dari kesuksesan Galaxy Z Fold7 di 2025. HP lipat Huawei dengan sistem operasi HarmonyOS Next juga akan memperlihatkan pertumbuhan yang kuat, dengan pengapalan diprediksi hampir dobel di 2026. Namun, game-changer untuk kategori HP lipat akan muncul di akhir 2026 ketika Apple masuk ke sektor ini," ia menambahkan.

(dem/dem)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |