Gerak Cepat Mendagri Tito Karnavian Tangani Bencana di Aceh hingga NTT

10 hours ago 6

loading...

Kepala Posko Wilayah Satgas PRR Aceh Safrizal ZA mendampingi Mendagri Tito Karnavian saat meninjau korban bencana di NTT. Foto/istimewa

NTT - Bencana alam mulai dari gempa bumi, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga hidrometeorologi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Situasi tersebut membutuhkan respons dan penanganan cepat dari pemerintah.

Hal itu dirasakan Kepala Posko Wilayah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh Safrizal ZA. Baru tiba di Jakarta usai mengunjungi Aceh untuk mengadakan FGD, talkshow, rapat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, serta menyelesaikan berbagai permasalahan di lapangan, Pj Gubernur Aceh periode 2024-2025 itu langsung terbang menuju Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pada Sabtu (15/8/2026) pagi, Dirjen Bina Adwil Kemendagri itu mendapat kabar terjadi gempa besar M 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Tak lama kemudian, Safrizal menerima panggilan telepon seluler dari Mendagri Muhammad Tito Karnavian yang menyatakan hari ini ke NTT. Tidak pakai lama Safrizal bersama Mendagri dan rombongan terbang ke NTT.

Baca juga: Update Korban Gempa NTT: 87 Orang Meninggal Dunia, 1.298 Luka-luka

Selama lima hari bersama Mendagri di Bumi Flores, Safrizal mencatat ada beberapa rangkuman yakni pejabat publik di wilayah bencana banyak mendengar curhat, aspirasi atau keluh kesah penyintas gempa, memberikan tali asih kepada ahli waris dan warga dan memberikan arahan kepada kepala daerah yang harus dilakukan dan rajin mengapresiasi kepada pemda dan penyintas gempa.

Selama di NTT, Mendagri tancap gas mengadakan rapat koordinasi lintas sektor membahas penanganan dampak gempa. Semua pihak dilibatkan untuk proses penanganan serta berdialog dengan warga terdampak bencana gempa.

Lalu pada Senin (17/8/2026), Tito memimpin Upacara HUT ke-81 RI di Lapangan Natas Lehong, Kabupaten Manggarai Timur, NTT. Kehadiran Mendagri dan kementerian lain di NTT merupakan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk meninjau lokasi bencana gempa sekaligus mempercepat penanganan bencana. Hal tersebut merupakan wujud kehadiran negara di tengah masyarakat terdampak bencana.

Lihat video: Trauma Gempa NTT, Ratusan Warga Masih Bertahan di Tenda Pengungsian!

“Jadi sejak hari pertama gempa bumi, negara sudah hadir dan berbuat di lokasi bencana. Pemerintah pusat tidak tinggal diam. Ini membuktikan warga tidak sendiri menghadapi bencana,” ungkap Safrizal, Sabtu (22/8/2026).

Pada saat upacara, Mendagri mengenakan busana adat Manggarai Timur berupa paduan kemeja putih, kain songke, selendang leros, dan penutup kepala suku Rongga. Para peserta upacara yang mayoritas Aparatur Sipil Negara (ASN) mengenakan pakaian serupa.

Semula, Mendagri bersiap mengikuti Upacara HUT ke-81 RI di Istana Negara Jakarta dengan mengenakan baju adat Toraja. Namun, kemudian Tito meninjau langsung kondisi masyarakat di NTT, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta sejumlah menteri, pimpinan lembaga, dan wakil menteri turun ke lokasi bencana.

Setelah upacara, rombongan Mendagri ke Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT. Dalam kesempatan itu, Tito berdialog dengan penyintas gempa serta meminta Pemda mempercepat pendataan dampak bencana di wilayah NTT.

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |