IHSG Tancap Gas, Simak 5 Rekomendasi Saham Hari Ini

8 hours ago 3
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (15/1) di zona hijau dengan kenaikan 0,47% ke posisi 9.075,41. 

Penguatan indeks didorong oleh kinerja sejumlah saham berkapitalisasi besar, khususnya perbankan dan energi, dengan BBRI naik 2,69%, BMRI menguat 3,10%, serta DSSA bertambah 2,80% sebagai penopang utama. Di sisi lain, tekanan terlihat pada BRMS yang turun 2,00%, BUMI melemah 2,84%, dan ASII terkoreksi 1,05% sehingga menjadi pemberat indeks.

Dari aktivitas investor, pelaku pasar asing membukukan pembelian bersih sebesar Rp474,49 miliar di pasar reguler, sementara secara keseluruhan pasar mencatat pembelian bersih Rp958,22 miliar. 

Secara sektoral, lima dari sebelas sektor berhasil ditutup menguat. Sektor consumer cyclicals memimpin kenaikan dengan penguatan 1,15%, sedangkan sektor industri mengalami pelemahan terdalam sebesar 2,31%.

Dari sisi korporasi, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) mencatat rasio pembiayaan inklusif makroprudensial (RPIM) sebesar 33,91% pada November 2025, melampaui ambang insentif likuiditas Bank Indonesia sebesar 30%. 

Capaian tersebut setara dengan pembiayaan UMKM senilai Rp51,78 triliun, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penyaluran pembiayaan difokuskan pada sektor perdagangan, pertanian, jasa kesehatan, industri makanan dan minuman halal, serta dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Secara keseluruhan, pembiayaan BRIS tumbuh 11,83% secara tahunan menjadi Rp291,00 triliun, sementara dana pihak ketiga meningkat 21,24% menjadi Rp367,49 triliun. Kondisi ini mencerminkan rasio pembiayaan terhadap pendanaan (FDR) sebesar 79,19%, yang menunjukkan ruang likuiditas relatif memadai untuk mendukung ekspansi ke depan.

Sementara itu, PT Astra International Tbk (ASII) kembali mengumumkan rencana pembelian kembali saham dengan nilai maksimal Rp2 triliun. 

Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 19 Januari hingga 25 Februari dan dilakukan tanpa persetujuan RUPS, mengacu pada ketentuan POJK No. 13/2023 dan POJK No. 29/2023. 

Buyback akan menggunakan dana internal perusahaan yang tercatat sebesar Rp54,69 triliun per akhir periode sembilan bulan 2025, dengan ketentuan jumlah saham yang dibeli tidak melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor serta tetap menjaga porsi saham beredar minimal 7,5%. 

Langkah ini menyusul penghentian lebih awal program buyback sebelumnya yang telah terealisasi hampir Rp1,99 triliun dengan jumlah 305,21 juta saham. Aksi terbaru tersebut diperkirakan berdampak pada penyesuaian total ekuitas ASII menjadi sekitar Rp287,60 triliun.

Rekomendasi Saham Hari Ini

BBRI

Buy 3780-3820 | TP 3910-3980 | SL 3590

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]

BMRI

Buy 4950-4990 | TP 5100-5200 | SL 4730

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]

CYBR

Buy 1730-1745 | TP 1795-1835 | SL 1625

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]

CTRA

Buy 920-940 | TP 955-990 | SL 870

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]

JSMR

Buy 3570-3600 | TP 3690-3870 | SL 3410

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]

Disclaimer: Segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. 

Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.

(ayh/ayh)

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |