loading...
Acara Kapan Go Human berkonsep series dan berkelanjutan. Puncak acara ini adalah BOD Meeting alias Board of Discussion Bareng Rhenald Kasali & Sunday Market UMKM Individu Berkebutuhan Khusus (IBK). Foto/Istimewa
JAKARTA - Setiap Individu Berkebutuhan Khusus (IBK) memiliki potensi luar biasa. Karena itu, Ikatan Alumni PPM School of Management (IKA PPM) melakukan pendampingan dan membantu agar para IBK dapat mengatasi hambatan dan meningkatkan daya saing.
IKA PPM menggelar Acara "Kapan Go Human" berkonsep series dan berkelanjutan. Puncak acara adalah "BOD Meeting" alias "Board of DiscussionBareng Rhenald Kasali & Sunday Market UMKM Individu Berkebutuhan Khusus (IBK)".
Ketua Umum IKA PPM David Chandrawan menyatakan, IBK dari beberapa perusahaan seperti PT Angkasa Pura Indonesia, McDonald’s Indonesia, dan IBK pelaku usaha UMKM hadir di Rumah Perubahan, Jakarta Escape, Minggu (30/11/2025) ini. Mereka berkumpul untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, dan mempelajari berbagai cara bertahan hidup dan kerja yang dapat diterapkan dari praktisi dan akademisi ternama.
Kata David, setiap IBK memiliki potensi luar biasa. "Mereka adalah para pejuang sejati yang dengan ketangguhan, kesabaran, dan semangatnya mengajarkan kita arti keberanian yang sebenarnya," ujar David dalam keterangannya, Minggu (30/11/2025).
Baca Juga: Studio Mandarin Cabang di Batam, Komitmen Pembelajaran Bahasa Mandarin Berkualitas
Namun, di balik itu semua, ada realitas banyak IBK yang masih menghadapi tantangan besar berupa stigma, diskriminasi, penolakan, serta minimnya kesempatan kerja, imbuhnya. "Dunia usaha pun kerap berhenti pada program charity sesaat, tanpa menciptakan sistem inklusi yang berkelanjutan," kata David.
Melalui gerakan "Kapan Go Human?", kata David, pihaknya ingin menghadirkan terobosan baru. "Bahwa keberlanjutan (sustainability) bukan hanya soal Go Green, melainkan juga Go Human, memanusiakan manusia, terutama mereka yang rentan."
















































