Jadwal Keberangkatan Bus Jemaah Haji Indonesia ke Arafah Dipastikan Tidak Pakai Undian

1 day ago 2

Berita ini membuatmu penasaran?

Apakah jadwal keberangkatan jemaah haji ke Arafah menggunakan sistem undian (qurah)?Kapan jadwal keberangkatan pertama jemaah dari Makkah menuju Arafah?Bagaimana prosedur yang harus diikuti jemaah sebelum keberangkatan ke Arafah?

Baca artikel ini 6x lebih cepat

Liputan6.com, Makkah - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan jadwal keberangkatan jemaah haji Indonesia menuju Arafah tidak menggunakan sistem qurah atau undian.

PPIH telah menetapkan jadwal pergerakan seluruh kloter secara terstruktur untuk mendukung kelancaran puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi Syarif Rahman mengatakan, pihaknya saat ini terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mematangkan skema pergerakan jemaah dari Makkah menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

"Yang jelas dari bidang transportasi sudah menyiapkan jadwal pergerakan seluruh kloter, 527 kloter untuk bergerak ke Armuzna," ujar Syarif pada tim Media Center Haji di Makkah, Rabu 20 Mei 2026.

Ia menjelaskan, keberangkatan pertama dari Makkah menuju Arafah dijadwalkan pada 8 Dzulhijjah atau Senin 25 Mei 2026 mulai pukul 07.00, waktu Arab Saudi. PPIH juga telah menyusun standar operasional prosedur (SOP) bagi jemaah sebelum keberangkatan.

Menurut dia, jemaah harus menyiapkan perbekalan enam jam sebelum berangkat. Tiga jam sebelum keberangkatan, seluruh jemaah diminta sudah mengenakan ihram. Setelah itu, jemaah baru turun ke lobi hotel satu jam sebelum jadwal bus berangkat.

Seluruh Jadwal Sudah Ditetapkan

Syarif menegaskan seluruh jadwal keberangkatan telah ditetapkan berdasarkan sistem transportasi yang terukur, bukan berdasarkan isu yang berkembang di masyarakat.

"Dengan demikian yang terdengar di masyarakat bahwa pemberangkatan ke Arafah itu berdasarkan qurah dan sebagainya, kami pastikan tidak ada," ucap dia.

Petugas meminta seluruh pihak mematuhi jadwal yang telah ditetapkan agar proses pergerakan jemaah berjalan lancar tanpa keterlambatan. Pengaturan itu juga berlaku untuk perjalanan dari Arafah menuju Muzdalifah, Mina, hingga kembali ke Makkah.

Syarif mengatakan, ketua regu akan mengontrol seluruh pergerakan jemaah di lapangan. Setiap ketua regu bertugas mengawasi anggota rombongan agar tetap mengikuti jadwal dan alur pergerakan yang sudah ditentukan.

PPIH bersama syarikah transportasi juga menyiapkan pola operasional bus berdasarkan kapasitas markaz. Setiap markaz yang menampung sekitar 3.000 jemaah akan dilayani tujuh unit bus dengan pola tiga trip pada pagi, siang, dan sore hari.

"Itu hitungan dari Makkah ke Arafah," kata Syarif.

Program Berjalan Bersamaan

Untuk pergerakan dari Arafah menuju Muzdalifah dan Mina, PPIH menerapkan dua skema, yakni Taraddudi dan Murur. Kedua program itu akan berjalan bersamaan dengan jalur dan pintu keberangkatan berbeda.

Syarif menjelaskan, jemaah program Murur dan Taraddudi akan diberangkatkan mulai pukul 19.00 hingga 23.00, waktu Arab Saudi, dengan target pergerakan sekitar 160 ribu jemaah.

"Jika masih ada jemaah yang tertahan di Arafah hingga pukul 23.00, seluruhnya akan diarahkan menggunakan skema Murur menuju Mina tanpa turun di Muzdalifah," kata dia.

"PPIH juga mengingatkan jemaah untuk menjaga kesehatan dan keselamatan menjelang puncak ibadah haji. Sesuai tagline Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan, petugas akan memprioritaskan lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan saat proses naik maupun turun bus," jelas Syarif.

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |