loading...
Meski sehat, namun bila dikonsumsi sembarangan jamu bisa merusak ginjal. Foto: Istimewa
JAKARTA - Jamu tradisional dan obat-obatan bebas telah lama menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia. Mulai dari meredakan pegal linu, mengatasi nyeri, hingga menjaga daya tahan tubuh, berbagai produk tersebut kerap dipilih sebagai solusi praktis untuk menjaga kesehatan. Namun, di balik manfaatnya, konsumsi obat, herbal, atau jamu secara sembarangan dan tanpa pengawasan medis ternyata dapat menyimpan risiko serius, termasuk mengganggu hingga merusak fungsi ginjal .
Namun, di balik kebiasaan yang terkesan tak berbahaya tersebut, terdapat risiko serius yang mengintai kesehatan organ vital, khususnya ginjal. Hal itu diungkapkan oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Hamidah dalam sebuah podcast bersama Dokter Spesialis Andrologi sekaligus influencer kesehatan, dr. Jefry Tribowo dalam unggahan video di channel YouTube miliknya.
dr. Hamidah mengingatkan bahwa konsumsi obat-obatan, herbal, maupun jamu-jamuan secara sembarangan tanpa pengawasan medis dapat menjadi pemicu kerusakan fungsi ginjal. Menurutnya, pemahaman masyarakat terkait batasan dosis dan efek samping bahan konsumsi harian ini masih perlu ditingkatkan.
Baca Juga : 5 Racikan Jamu Kekinian yang Cocok Jadi Teman Santai, Ditambahkan Es Krim hingga Soda
"Kebiasaan nomor empat mungkin dari obat, herbal, atau mungkin jamu-jamuan. Kalau dikonsumsi secara sembarangan tanpa anjuran dokter, tanpa pengawasan dokter," kata dr. Hamidah, dikutip Sabtu (1/8/2026).
Ia menjelaskan bahwa ginjal bekerja sebagai organ utama yang memetabolisme serta mengarsip sisa racun dari apa yang dikonsumsi manusia melalui urine. Ketika suatu bahan dikonsumsi berlebihan atau bertentangan dengan kondisi tubuh, ginjal harus bekerja keras hingga berisiko mengalami inflamasi atau penurunan fungsi.


















































