Emanuella Bungasmara Ega Tirta, CNBC Indonesia
07 January 2026 15:10
Jakarta, CNBC Indonesia- Lebih dari separuh penduduk lanjut usia di Indonesia masih bekerja. Melansir Badan Pusat Statistik (BPS)- Sakernas Agustus 2024 mencatat 55,32% lansia masih aktif secara ekonomi.
Dalam satu dekade terakhir, proporsinya terus naik seiring bertambahnya umur harapan hidup dan pergeseran struktur penduduk ke fase ageing population.
Keterlibatan lansia di pasar kerja paling terasa di perdesaan. Hampir dua pertiga lansia desa (65,24%) masih bekerja, jauh lebih tinggi dibandingkan perkotaan yang berada di bawah 50%. Polanya konsisten dari tahun ke tahun.
Desa menahan lansia lebih lama di aktivitas ekonomi, kota lebih cepat "melepaskan" mereka.
Mayoritas lansia yang bekerja berasal dari kelompok pendidikan rendah. Hampir 8 dari 10 hanya tamat SD atau bahkan tidak menamatkannya sama sekali. Dengan modal pendidikan seperti ini, opsi kerja menjadi sangat terbatas. Jalurnya mengerucut ke sektor yang tidak mensyaratkan keterampilan formal.
Di titik inilah pertanian menjadi penopang utama. Sebanyak 52,19% lansia bekerja di sektor pertanian, disusul usaha jasa dan perdagangan kecil.
Dari sisi status kerja, dua pertiga bekerja sebagai usaha sendiri atau usaha keluarga, dengan atau tanpa buruh. Hubungan kerja formal hampir tidak tersentuh.
Lebih dari 84% lansia bekerja di sektor informal. Sebagian besar masuk kategori pekerja rentan, tanpa kepastian pendapatan, tanpa jaminan kerja, dan tanpa perlindungan sosial dari hubungan kerja itu sendiri.
Jam kerja tidak selalu ringan. Sekitar 20,7% lansia bekerja lebih dari 48 jam per minggu.
Namun panjangnya jam kerja tidak berbanding lurus dengan penghasilan. Rata-rata pendapatan lansia hanya Rp2,07 juta per bulan, jauh di bawah standar upah minimum di banyak daerah.
Artinya, kerja lansia di Indonesia adalah mekanisme bertahan.
Hal ini terlihat dari struktur ekonomi rumah tangga lansia. Lebih dari 83% rumah tangga lansia bertumpu pada penghasilan anggota rumah tangga yang bekerja.
Pensiun hanya menjadi sumber utama bagi sebagian kecil lansia. Tabungan pun belum menjadi bantalan yang luas; hanya sepertiga lansia yang memiliki rekening di lembaga keuangan.
Dalam kondisi seperti ini, berhenti bekerja bukan keputusan individual. Ia adalah risiko ekonomi.
CNBC Indonesia Research
(emb/emb)

1 day ago
4
















































