Kantor Tito Warning Keras Kemendag, Tunjuk Modus Importir Bawang Putih

1 hour ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyoroti dugaan pola keterlambatan impor bawang putih yang berulang menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir menilai kondisi itu bisa menjadi "modus operandi" untuk mendorong harga naik.

"Bapak (Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Kemendag, Nawandaru Dwi Putra) harus melihat pelajaran ke belakang dari tahun ke tahun. Setiap mau Lebaran, dia tidak impor (bawang putih) ya, itu namanya modus operandi. Supaya apa? Supaya harganya bisa naik," kata Tomsi dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang disiarkan melalui kanal YouTube Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (19/1/2026).

Tomsi meminta Kemendag mengecek pola tersebut dari beberapa tahun terakhir, dan bersikap tegas terhadap importir yang dinilai menunda realisasi meski sudah mengantongi izin serta kuota impor.

"Jadi cek dari tahun 2025, 2024, 2023, 2022, cek! Ini harus ada ketegasan pemerintah, kenapa dia tidak mau impor, kenapa dia terlambat impor, sementara dia punya izin impor, dia punya kuota impor," tegasnya.

Ia juga mengingatkan proses pengiriman bawang putih membutuhkan waktu, sehingga keterlambatan pengajuan izin atau realisasi impor akan berdampak pada pasokan menjelang Ramadan dan Idulfitri. Tomsi mendorong Kemendag mengumpulkan para importir untuk menghitung kesiapan waktu dan target kedatangan barang.

"Kalau Bapak bilang perjalanan saja 3 minggu, sementara sekarang belum ada yang mengajukan izin impor, terus mau sampai-nya kapan? mau sampai-nya kapan?" ucap dia.

Tomsi menyebut pada tahun-tahun sebelumnya, pasokan impor justru datang setelah Lebaran, sehingga penurunan harga baru terjadi saat momen kebutuhan tinggi sudah lewat. Ia pun meminta Kemendag memperkuat pengawasan berbasis catatan historis.

"Kami mohon betul dari teman-teman Kementerian Perdagangan, lihat sejarah," ujarnya.

Harga Bawang Putih Naik

Sementara itu, Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Kemendag Nawandaru Dwi Putra melaporkan harga bawang putih dalam tiga bulan terakhir bergerak naik sejak November 2025 hingga Januari 2026.

"Pergerakan harga Bawang Putih rata-rata nasional ini mengalami kenaikan," kata Nawandaru dalam kesempatan yang sama.

Ia menyebut harga eceran nasional untuk bawang putih kating tercatat Rp39.300 per kg atau naik 2,34%, sementara bawang putih honan Rp39.800 per kg atau naik 2,84% dibanding bulan lalu.

Kemendag tak menampik, pasokan bawang putih nasional saat ini memang masih sangat bergantung pada impor, bahkan mencapai 90-95%, dengan China sebagai negara asal utama.

Dalam perkembangan terbaru, Direktorat Jenderal (Ditjen) Perdagangan Dalam Negeri, disebut telah berkoordinasi dengan Ditjen Perdagangan Luar Negeri (Daglu) Kemendag untuk mempercepat realisasi impor. Namun hingga pertengahan Januari 2026 ini, belum ada realisasi impor bawang putih yang masuk.

"Saat ini kami sudah berkoordinasi dengan Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag, dimana realisasi untuk importasi sampai tanggal 15 Januari 2026 ini masih belum ada sama sekali," ungkapnya.

Kemendag, lanjutnya, mendorong importir segera merealisasikan impor agar pasokan tersedia menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri.

"Dan kami nanti sudah berkoordinasi dengan Ditjen Daglu untuk mendorong kawan-kawan dari importir untuk segera merealisasikan importasi untuk bisa membantu pasokan ketersediaan menjelang HBKN Ramadan dan Idul Fitri," ujarnya.

Nawandaru menjelaskan, salah satu kendala saat ini adalah belum terbitnya LS dari surveyor karena masih dalam proses inspeksi.

"Perlu kami laporkan, bahwa informasi dari Dirjen perdagangan luar negeri dimana belum ada LS (Laporan Surveyor) yang terbit atau yang keluar dari surveyor, karena masih dilakukan proses inspeksi, sehingga belum ada pelaku importir yang melakukan pembelian atau pengiriman," terang dia.

Ia menambahkan, proses pengiriman bawang putih dari China diperkirakan memakan waktu sekitar 2-3 minggu. Jika dalam waktu dekat importir mulai melakukan transaksi, maka pasokan diperkirakan baru tiba menjelang atau pada pekan pertama Ramadan.

Kemendag pun berharap importir segera bergerak untuk memastikan pasokan tidak terganggu.

"Kami harapkan pelaku importir juga segera melakukan penjajakan dan juga transaksi pembelian di negara-negara produsen," pungkasnya.

(dce)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |