Kanye West Dicekal Masuk Inggris, Festival Musik Wireless 2026 Batal

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Rapper kontroversial asal Amerika Serikat Kanye West atau Ye dipastikan tidak bisa tampil di Inggris setelah pemerintah setempat menolak izin masuknya. Hal ini berdampak pada pembatalan gelaran Wireless Festival 2026.

Pemerintah Inggris melalui Home Office menegaskan memiliki kewenangan untuk melarang warga negara asing masuk apabila kehadirannya dianggap tidak berkontribusi pada kepentingan publik. Keputusan ini muncul di tengah gelombang kritik terhadap penunjukan Kanye West sebagai penampil utama festival musik musim panas tersebut.

Pihak penyelenggara Wireless Festival dalam pernyataannya menyebut izin perjalanan (ETA) Ye telah dicabut.

"Akibatnya, Wireless Festival dibatalkan dan seluruh tiket akan dikembalikan kepada pembeli," tulis mereka dikutip Euro News, Rabu (8/4/2026).

"Seperti halnya setiap Wireless Festival, beberapa pemangku kepentingan telah dikonsultasikan sebelum pemesanan Ye dan tidak ada kekhawatiran yang muncul pada saat itu," tambah pernyataan tersebut.

Kontroversi ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk kelompok Campaign Against Antisemitism yang mendorong sponsor untuk memboikot acara tersebut. Sejumlah sponsor besar seperti Pepsi, Diageo, PayPal, hingga Rockstar Energy diketahui menarik diri dari festival.

Kelompok tersebut menyebut keputusan pemerintah Inggris sudah tepat, mengingat rekam jejak pernyataan kontroversial Kanye yang dinilai tidak sejalan dengan nilai publik di Inggris.

Kanye West telah menjadi sorotan sejak 2022 setelah melontarkan sejumlah pernyataan antisemit di media sosial. Dampaknya, ia sempat dilarang dari platform seperti X dan Instagram, serta diputus kontrak oleh sejumlah mitra bisnis.

Brand besar seperti Adidas dan Balenciaga juga menjauh darinya. Kontroversi berlanjut hingga 2025, ketika ia menjual kaus bergambar swastika dan merilis lagu berjudul Heil Hitler yang menuai kecaman global.

Sejumlah negara bahkan mengambil langkah tegas, mulai dari pencabutan visa hingga ancaman penangkapan. Meski sempat meminta maaf, termasuk melalui iklan satu halaman di The Wall Street Journal, banyak pihak meragukan ketulusan permintaan maaf tersebut.

Menjelang festival, Kanye sempat menyatakan ingin datang ke London untuk "membawa pesan perubahan, persatuan, dan cinta melalui music". Ia juga mengaku siap berdialog langsung dengan komunitas Yahudi di Inggris.

Namun, pernyataan tersebut tidak cukup untuk meredam tekanan publik. Dengan keputusan ini, Ye dipastikan tidak akan tampil di Inggris musim panas ini. Penampilan terakhirnya di negara tersebut tercatat terjadi pada festival Glastonbury Festival tahun 2015.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |