Kasus Pasien BPJS Meninggal Viral, dr. Gia Pratama Ingatkan Empati Nakes

15 hours ago 8

loading...

dr. Gia Pratama. Foto: Instagram/@giapratamamd

JAKARTA - Viralnya kasus oknum tenaga kesehatan yang diduga berkomentar negatif dan dinilai nirempati kepada salah satu unggahan bernada keluhan pasien BPJS di media sosial rupanya mendapat sorotan dari banyak pihak.

Salah satunya datang dari Dokter sekaligus influencer kesehatan ternama di Indonesia, dr. Gia Pratama. Dalam unggahan terbaru di akun instagramnya, ia memberikan pesan khusus kepada seluruh rekan dokter dan tenaga kesehatan di Indonesia terkait peristiwa tersebut. Menurutnya, jas putih serta seragam rumah sakit yang dikenakan oleh para dokter dan tenaga kesehatan merupakan pakaian penetral emosi.

Dimana seragam itu mengingatkan diri segala rasa lelah, kecewa dan marah serta berbagai tekanan dan tanggung jawab harus disikapi secara profesional. Sebab, ia menilai bahwa menjadi pasien lebih melelahkan daripada menjadi tenaga kesehatan.

“Karena selelah-lelahnya menjadi tenaga kesehatan, percayalah, masih lebih melelahkan menjadi pasien. Sakit itu Tidak Enak. Badan terasa asing. Pikiran penuh ketakutan. Waktu berjalan lebih lambat. Bahkan bagi kita yang setiap hari bekerja di rumah sakit, sejujurnya menjadi pasien adalah salah satu hal yang paling kita takuti,” tulis dr. Gia, dikutip Kamis (6/8/2026).

Baca Juga : Menkes Budi Sedih Pasien BPJS Meninggal: Saya Gagal sebagai Menkes

Di sisi lain, ia juga menyoroti pihak pasien yang tidak tahu menahu soal rumitnya sistem rumah sakit dan BPJS.

“Kita memahami keterbatasan fasilitas. Kita tahu rumitnya sistem rumah sakit dan BPJS. Kita mengerti perpindahan kamar membutuhkan proses. Kita tahu padatnya IGD, rumitnya rawat inap, dan betapa banyak hal harus dikerjakan dalam waktu bersamaan. Kita tahu semua itu. Tapi pasien kan enggak,” tambah dia.

dr. Gia menilai, di tengah kondisi sakit yang dirasakan pasien, mereka hanya ingin mengetahui apa yang terjadi dns mendapat jawaban yang jelas serta rasa peduli dari sesama terhadap mereka. Ia menekankan bahwa ketidakpastian dan rasa sakit kerap kali membuat keluarga pasien berada dalam titik terendah emosionalnya.

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |