Kecelakaan Kapal Terus Berulang, Waka Komisi V DPR: Indikator Rapuhnya Keselamatan Pelayaran Nasional

16 hours ago 6

loading...

Waka Komisi V DPR Syaiful Huda menyoroti kecelakaan kapal penumpang dalam beberapa waktu terakhir sebagai indikator rapuhnya manajamen keselamatan pelayaran. Foto KMP Mutiara Sentosa II terbakar di perairan utara Sumenep. Foto/Ist

JAKARTA - Deretan musibah kecelakaan kapal penumpang yang melanda perairan Indonesia dalam beberapa waktu terakhir memicu keprihatinan mendalam dari parlemen. Berulangnya insiden tragis yang merenggut banyak korban jiwa dan korban hilang dinilai menjadi sinyal kuat masih lemahnya tata kelola dan sistem keselamatan pelayaran nasional.

“Kami menilai terus berulangnya kecelakaan kapal penumpang dalam beberapa waktu terakhir sebagai indikator rapuhnya manajamen keselamatan pelayaran di Indonesia. Situasi ini tentu sangat memprihatinkan mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan dengan tingkat pelayaran tinggi,” ujar Wakil Ketua (Waka) Komisi V DPR Syaiful Huda, Selasa (8/8/2026).

Baca juga: Update KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Sumenep, 41 Penumpang Masih Hilang

Untuk diketahui KMP Mutiara Sentosa II baru saja terbakar di perairan utara Sumenep. Upaya evakuasi besasr-besaran dilakukan Kapal yang mengangkut 271 orang tersebut. Sejauh ini diketahui 5 orang meninggal serta 41 orang masih dalam pencarian. Sebelumnya KLM Nurul Salsa tenggelam di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, pada 26 Juli 2026. Akibatnya 4 orang meninggal dunia dan 14 orang hilang.

Huda mengatakan tingginya korban tewas dan hilang merupakan hal yang tidak bisa ditoleransi. Menurutnya negara harus menjamin keselamatan nyawa warga yang menggunakan moda transportasi laut. "Banyaknya korban yang tewas dan hilang dalam waktu berdekatan ini menunjukkan ada masalah fundamental dalam manajemen keselamatan pelayaran kita,” tegasnya.

Dia mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk segera melakukan audit keselamatan secara menyeluruh dan independen terhadap seluruh armada kapal penumpang serta operator pelayaran yang beroperasi di Indonesia. Audit tersebut mencakup kelaikan kapal, kesiapan alat pemadam kebakaran, kepatuhan prosedur evakuasi, hingga verifikasi validitas manifest penumpang.

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |