Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Kesehatan bersama sejumlah perusahaan swasta menyerahkan puluhan ambulans untuk mempercepat pemulihan layanan kesehatan di wilayah terdampak bencana di Sumatra. Bantuan ini diberikan untuk fasilitas kesehatan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat bencana banjir dan longsor.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, total 31 ambulans disalurkan kepada rumah sakit dan puskesmas di daerah terdampak. Bantuan ini berasal dari berbagai pihak swasta, termasuk Astra, serta sejumlah lembaga filantropi yang ikut membantu pemulihan fasilitas kesehatan di wilayah tersebut.
Menurut Budi, selain bantuan dari sektor swasta, pemerintah juga telah menyiapkan anggaran tambahan untuk mempercepat pemulihan layanan kesehatan di wilayah terdampak bencana. Pemerintah telah menyetujui anggaran sekitar Rp529 miliar yang akan digunakan untuk melengkapi berbagai kebutuhan fasilitas kesehatan di tiga provinsi tersebut.
Budi menjelaskan, bencana yang terjadi sebelumnya sempat membuat puluhan rumah sakit dan ratusan puskesmas tidak dapat beroperasi. Namun dalam waktu relatif singkat sebagian besar fasilitas kesehatan sudah kembali memberikan layanan kepada masyarakat.
"Dalam dua minggu rumah sakit sudah mulai beroperasi kembali, dan dalam sekitar satu bulan sebagian besar puskesmas juga sudah bisa melayani pasien, meskipun peralatannya belum sepenuhnya lengkap," kata Budi di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Foto: Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin bersama sejumlah perusahaan swasta menyerahkan puluhan ambulans untuk mempercepat pemulihan layanan kesehatan di wilayah terdampak bencana di Sumatra, Kamis (12/3/2026). (CNBC Indonesia/Fergi Nadira)
Ia mendata, saat ini masih terdapat sekitar 21 puskesmas pembantu (pustu) yang perlu dibangun kembali karena mengalami kerusakan berat akibat bencana. Selain fasilitas kesehatan, pemerintah juga memberikan perhatian pada kondisi tenaga kesehatan yang terdampak bencana.
Budi mencatat, ribuan tenaga medis diketahui mengalami kerusakan rumah akibat bencana sehingga membutuhkan bantuan untuk memperbaiki tempat tinggal mereka. Sementara itu, Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian mengatakan, pemerintah telah menyiapkan bantuan renovasi rumah bagi tenaga kesehatan dengan skema Rp15 juta untuk kerusakan ringan, Rp30 juta untuk kerusakan sedang, dan Rp60 juta untuk kerusakan berat.
Hingga saat ini sekitar 1.000 tenaga medis dan tenaga kesehatan telah mendapatkan persetujuan bantuan tersebut. Tito Karnavian juga mengatakan, bantuan ambulans dari sektor swasta ini menunjukkan kuatnya ketahanan nasional dalam menghadapi bencana.
Tito menuturkan, penanganan bencana di tiga provinsi tersebut dilakukan dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta dukungan berbagai pihak non-pemerintah.
"Ini membuktikan kekuatan nasional kita. Penanganan bencana dilakukan bersama-sama, baik oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun sektor swasta dan masyarakat," ujarnya.
Berdasarkan catatan satgas, terdapat 52 kabupaten dan kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak bencana sebelumnya. Meski demikian, sebagian besar fasilitas kesehatan kini sudah kembali beroperasi dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat mulai pulih.
Adapun ambulans yang diserahkan akan didistribusikan ke berbagai fasilitas kesehatan di antaranya di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bireuen, Aceh Tengah, Gayo Lues, Bener Meriah, Pidie Jaya, Aceh Utara, Kota Medan, Padang Pariaman, serta Tapanuli Tengah. Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat layanan kesehatan dan mempercepat penanganan pasien di daerah yang terdampak bencana.
(hsy/hsy)
Addsource on Google

1 hour ago
3
















































