Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku mulai kehilangan kesabaran terhadap Iran. Pernyataan itu muncul usai Trump bertemu Presiden China Xi Jinping di Beijing, Kamis.
Dalam pertemuan tersebut, Gedung Putih menyatakan kedua pemimpin sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap dibuka untuk jalur perdagangan global. Jalur strategis itu sebelumnya ditutup Iran sebagai respons atas serangan AS dan Israel sejak 28 Februari lalu.
Penutupan Selat Hormuz memicu gangguan besar terhadap distribusi pasokan energi global. China sendiri merupakan pembeli utama minyak Iran sehingga memiliki kepentingan langsung terhadap stabilitas kawasan.
"Saya tidak akan lebih sabar lagi. Mereka harus membuat kesepakatan," kata Trump dalam wawancara di program Hannity, Fox News, dikutip dari Reuters, Jumat (15/5/2026)
Trump juga menyinggung soal cadangan uranium Iran yang diperkaya. Menurutnya, penguasaan uranium oleh AS lebih penting untuk kepentingan citra publik dibanding kebutuhan strategis lain.
"Saya hanya merasa lebih baik jika saya mendapatkannya. Tapi menurut saya itu lebih untuk kepentingan publik dibanding hal lainnya," ujarnya.
Di tengah memanasnya situasi, insiden kembali terjadi di perairan lepas pantai Oman. Sebuah kapal kargo India yang mengangkut ternak dari Afrika menuju Uni Emirat Arab tenggelam setelah diduga terkena rudal atau drone.
India mengecam serangan tersebut, meski seluruh 14 awak kapal dilaporkan berhasil diselamatkan oleh penjaga pantai Oman.
Sementara itu, badan keamanan maritim Inggris UKMTO melaporkan sebuah kapal yang sedang berlabuh di dekat pelabuhan Fujairah, UEA, diambil alih oleh "personel tidak berwenang" dan diarahkan menuju Iran.
Perusahaan keamanan maritim Vanguard menyebut kapal itu kemungkinan disita oleh personel Iran saat sedang berlabuh.
Usai bertemu Xi, Trump mengatakan Presiden China berjanji tidak akan mengirim bantuan peralatan militer kepada Iran.
"Dia mengatakan tidak akan memberikan peralatan militer, itu pernyataan besar," ujar Trump.
Selain itu, Xi disebut tertarik membeli lebih banyak minyak AS guna mengurangi ketergantungan China terhadap jalur Selat Hormuz. Kedua negara juga sepakat Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Teheran sendiri membantah sedang mengembangkan senjata tersebut.
(fab/fab)
Addsource on Google

3 hours ago
3

















































