loading...
PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli) melaporkan kinerja di semester I 2026. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli) membukukan pendapatan Rp14,83 triliun pada semester I 2026 atau tumbuh 55% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp9,60 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang kinerja positif di seluruh segmen usaha, terutama bisnis institusi dan jaringan toko fisik, di tengah persaingan industri ritel yang semakin ketat.
"Semester pertama tahun 2026 semakin menunjukkan ketangguhan ekosistem omnichannel terintegrasi kami serta konsistensi kami dalam menjalankan strategi jangka panjang. Di tengah pola belanja konsumen yang semakin selektif dan persaingan pasar yang ketat, kami berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang sehat sekaligus terus meningkatkan profitabilitas," kata Chief Executive Officer (CEO) dan Co-Founder Global Digital Niaga, Kusumo Martanto dalam keterangan resminya, Jumat (31/7/2026).
Baca Juga: BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
Perseroan mencatat peningkatan take rate dari 8,6% pada semester I 2025 menjadi 9,0% pada semester I 2026. Kenaikan tersebut didukung pertumbuhan laba bruto sebelum diskon (Gross Profit Before Discount/GPBD) sebesar 17% secara tahunan, terutama berasal dari segmen ritel pihak pertama (1P) dan ritel pihak ketiga (3P).
Di sisi efisiensi, Blibli berhasil menekan rasio beban operasional terhadap total nilai transaksi (TPV) dari 7,2% menjadi 6,3%. Perbaikan struktur biaya tersebut mendorong peningkatan margin EBITDA konsolidasian terhadap TPV sebesar 170 basis poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kusumo mengatakan pertumbuhan bisnis didukung kontribusi yang seimbang dari seluruh ekosistem perusahaan. Menurut dia, sinergi antara platform Blibli, tiket.com, Ranch Market, dan Dekoruma menjadi keunggulan kompetitif yang memperkuat pengalaman pelanggan melalui integrasi teknologi, logistik, jaringan toko fisik, serta pemanfaatan data.
Selama semester I 2026, perseroan juga memperluas jaringan ritelnya dengan membuka 36 toko baru. Hingga akhir Juni 2026, Blibli mengoperasikan 326 toko elektronik konsumen, 14 toko elektronik rumah tangga, satu toko fesyen dan olahraga, 60 gerai supermarket premium, serta 38 pusat pengalaman home and living.


















































