loading...
Venezuela masih tidak bisa mengambil 31 ton emas yang disimpan di Bank of England meski Presiden Nicolas Maduro yang dimusuhi Barat sudah lengser. Foto/venezuelanalysis.com
CARACAS - Ini adalah perebutan kendali atas tumpukan emas yang terkunci di salah satu brankas terbesar dan teraman di dunia, tetapi ini bukanlah novel bajak laut abad ke-18 atau film perampokan bank.
Ini adalah situasi yang dihadapi pemerintah Venezuela saat mereka mencoba menavigasi jalan mereka melewati gejolak politik dan dampak dari gempa bumi kembar yang dahsyat bulan lalu.
Baca Juga: Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
Caracas menginginkan Bank of England mengembalikan 31 ton batangan emas yang disetorkannya ke sana pada tahun 2008, dengan alasan membutuhkan dana untuk membiayai upaya pemulihan setelah bencana yang menewaskan ribuan orang dan menyebabkan kerugian ekonomi setara dengan 6% dari PDB negara tersebut, menurut Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP).
Meskipun bukan hal yang aneh bagi bank sentral Inggris untuk menyimpan cadangan emas negara lain—dengan salah satu brankas terbesar di dunia, bank tersebut menyimpan sekitar 400.000 batangan emas, termasuk dari puluhan negara lain—dalam kasus ini, ada masalah.
Nasib batangan emas Venezuela—yang diperkirakan bernilai hingga USD4 miliar dalam nilai uang saat ini—telah berada dalam ketidakpastian selama bertahun-tahun di tengah perselisihan yang berlangsung lama yang melibatkan pemerintah Inggris dan mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Bank of England membekukan 31 ton emas tersebut setelah Inggris—bersama dengan Amerika Serikat (AS) dan banyak negara lain—menolak untuk mengakui Maduro sebagai presiden sah usai memenangkan pemilihan presiden Venezuela tahun 2018 yang dipersengketakan.


































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4374521/original/081753100_1679993733-ed-us-iXUXMn_-nh8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010957/original/017182000_1651214799-20220429-Itikaf-Lailatul-Qadar-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5540789/original/035376100_1774833692-656682970_18573915847033381_1235634026490810885_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5315665/original/049375700_1755165938-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__2_of_75_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452011/original/027635700_1766382521-Gemini_Generated_Image_k4wu91k4wu91k4wu.png)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5540677/original/038630200_1774779952-537452fb-6b65-4f71-811b-5a0d882eac0c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5433276/original/040144500_1764840946-WhatsApp_Image_2025-12-04_at_16.05.15.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3121589/original/054389800_1588827933-3482841.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531526/original/098176600_1773619110-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5165547/original/039502800_1742184289-b4a3c7bb548ce7350daf939ff99bd501.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5541900/original/045765100_1774924667-f74d8bed-bd18-437b-b58c-048c5cf9b3f9.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528424/original/002107900_1773284417-Doa_saat_Idul_Fitri.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010962/original/065645500_1651214803-20220429-Itikaf-Lailatul-Qadar-6.jpg)
