Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengusulkan anggaran rehabilitasi pascabencana di wilayah Aceh dan Sumatra sebesar Rp529,3 miliar. Dana tersebut diajukan untuk memulihkan layanan kesehatan yang terdampak banjir, mulai dari rumah sakit hingga puskesmas.
Usulan anggaran itu disampaikan dalam rapat kerja bersama DPR RI Komisi IX di DPR, Senayan, Jakarta pada Senin (19/1/2026). Menkes menjelaskan, pemulihan layanan kesehatan dilakukan bertahap dengan prioritas memastikan fasilitas bisa kembali melayani masyarakat secepat mungkin.
"Kami mengusulkan anggaran rehabilitasi pascabencana di Aceh-Sumatra sebesar Rp529,3 miliar, mohon dukungannya mohon kalau Bapak-Ibu juga sempat berhubungan, karena ini anggaran tambahan. Kita mesti cepat-cepetan," kata Budi dalam rapat tersebut.
Budi mencatat, dari 87 rumah sakit yang terdampak bencana, 9 rumah sakit sempat berhenti beroperasi pada awal kejadian. Namun per 1 Desember 2025, seluruh rumah sakit tersebut telah kembali beroperasi, meski belum sepenuhnya normal karena kerusakan peralatan medis dan laboratorium.
Pemulihan juga menyasar layanan kesehatan primer, kata Budi. Dari 1.265 puskesmas, Kemenkes mencatat 867 sempat tidak beroperasi ketika asesmen awal dilakukan. Setelah diverifikasi, yang benar-benar terendam berat 152 puskesmas dan hingga akhir Desember, pemerintah menyebut berhasil aktivasi mayoritas puskesmas tersebut.
"Sekarang tinggal 2, karena puskesmasnya sudah hanyut dan hancur, jadi memang tidak bisa direvitalisasi," ujar Budi.
Dua puskesmas yang dibangun ulang itu berada di Lokop (Aceh Timur) dan Jambur Laklak (Aceh Tengah). Sementara itu di sisi layanan lapangan, Kemenkes mengirim sekitar 5.900 relawan untuk membantu penanganan di titik pengungsian dan desa-desa terisolasi.
Menkes menyebut terdapat sekitar 1.000 titik pengungsian dengan sekitar 300.000 pengungsi, sehingga kebutuhan layanan kesehatan tidak bisa hanya mengandalkan tenaga setempat yang juga terdampak. Menkes juga mewaspadai potensi outbreak, khususnya campak yang daya tularnya tinggi. Karena itu, dilakukan imunisasi khusus di kabupaten/kota yang teridentifikasi berisiko.
Selain fisik, aspek psikologis turut disorot. Menkes mengatakan Kemenkes mengirim psikiater dan psikolog klinis untuk membantu warga, terutama anak-anak yang kehilangan orang tua dan mengalami tekanan mental. Pendekatannya termasuk layanan pendampingan dan aktivitas pemulihan psikososial di pengungsian.
Anggota Komisi IX DPR Fraksi PKS Achmad Ru'yat menyampaikan dukungan terhadap langkah Kemenkes tersebut. Ia menilai pemulihan fasilitas kesehatan terlihat nyata dari paparan kondisi sebelum dan sesudah penanganan bencana.
"Kalau melihat tadi before dan after pembersihan rumah sakit, itu terlihat progresnya. Kami mendukung upaya pemulihan ini, termasuk pengajuan anggaran agar targetnya bisa tercapai," kata Achmad.
(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]

3 hours ago
2















































