Sadio Mane mengangkat trofi bersama rekan-rekannya saat Senegal merayakan keberhasilan menjuarai Piala Afrika CAF 2025 setelah menundukkan Maroko 1-0 lewat laga final yang berlangsung dramatis hingga 120 menit di Stadion Pangeran Moulay Abdellah, Rabat, Maroko, Minggu (18/1/2026). (REUTERS/Stringer)
Laga final harus ditentukan lewat babak perpanjangan waktu setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol di waktu normal. Sejak awal pertandingan, Senegal tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 54 persen. (REUTERS/Siphiwe Sibeko)
Namun, Maroko justru lebih agresif dalam menciptakan peluang dengan total 13 attempts, tiga di antaranya tepat sasaran. Di sisi lain, Lions of Teranga mencatatkan sembilan percobaan dengan lima tembakan mengarah ke gawang, menunjukkan efektivitas serangan yang lebih baik. (REUTERS/Siphiwe Sibeko)
Peluang emas Senegal hadir pada menit ke-37 ketika umpan terobosan Nicolas Jackson menemui Iliman Ndiaye yang lolos ke kotak penalti. Sayangnya, dalam duel satu lawan satu, sepakan Ndiaye masih mampu dibendung kaki kiper Maroko, Yassine Bounou. Setelah babak pertama berakhir tanpa gol, intensitas pertandingan meningkat di paruh kedua dengan jual beli serangan dari kedua tim. (REUTERS/Amr Abdallah Dalsh)
Drama memuncak di masa injury time. Gol Senegal yang dicetak Abdoulaye Seck pada menit ke-92 dianulir karena pelanggaran terhadap Achraf Hakimi. Dua menit berselang, Maroko mendapat hadiah penalti setelah Brahim Diaz dijatuhkan Malick Diouf. (REUTERS/Amr Abdallah Dalsh)
Keputusan tersebut memicu protes keras dari kubu Senegal hingga laga tertunda sekitar 20 menit. Namun setelah VAR mengesahkan keputusan, penalti tetap dijalankan dan Diaz gagal menaklukkan Edouard Mendy lewat eksekusi panenka. (REUTERS/Amr Abdallah Dalsh)

3 hours ago
3

















































