Panas! Iran Tembak Kapal Perang AS, Trump Respons Begini

3 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih setelah angkatan laut Iran mengklaim telah melepaskan tembakan rudal ke arah kapal perang Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz. Kantor berita semi-pemerintah Iran, Fars, melaporkan dua rudal telah menghantam kapal perang tersebut di dekat pelabuhan Jask yang merupakan pintu masuk strategis jalur pelayaran dunia.

Pihak angkatan laut Iran menegaskan, mereka berhasil mencegah kapal perang "Amerika-Zionis" memasuki wilayah Selat Hormuz dengan memberikan peringatan yang cepat dan tegas. Tindakan ini dilakukan sebagai respons atas pergerakan militer AS yang dianggap melanggar batas wilayah kedaulatan mereka.

"Kami memperingatkan bahwa angkatan bersenjata asing, terutama Angkatan Darat AS yang agresif, akan diserang jika mereka berniat mendekati dan memasuki Selat Hormuz," tegas Ali Abdollahi, kepala komando terpadu pasukan Iran.

Ali Abdollahi juga menambahkan, keamanan Selat Hormuz sepenuhnya berada di tangan Iran. Ia menegaskan bahwa setiap jalur perlintasan kapal harus dikoordinasikan secara ketat dengan angkatan bersenjata mereka.

"Kami telah berkali-kali mengatakan bahwa keamanan Selat Hormuz ada di tangan kami dan bahwa jalan aman bagi kapal-kapal perlu dikoordinasikan dengan angkatan bersenjata," kata Ali Abdollahi dalam pernyataan resminya.

Merespons klaim serangan tersebut, Komando Pusat AS (CENTCOM) langsung mengeluarkan bantahan resmi dan menyatakan tidak ada kapal Angkatan Laut AS yang terkena serangan rudal. Seorang pejabat senior AS juga dengan segera menepis laporan mengenai hantaman rudal tersebut meski situasi di wilayah Teluk dilaporkan sangat mencekam.

Presiden Donald Trump sendiri sebelumnya menyatakan akan memandu keluar kapal-kapal yang terjebak di Teluk akibat perang AS-Israel melawan Iran yang telah berlangsung selama dua bulan. Langkah ini diambil karena banyak kapal komersial yang tidak bisa bergerak akibat blokade.

"Kami telah memberi tahu negara-negara ini bahwa kami akan memandu kapal mereka dengan aman keluar dari perairan terbatas ini, sehingga mereka dapat dengan bebas dan mampu melanjutkan bisnis mereka," tulis Trump dalam unggahannya di Truth Social.

Rencana penyelamatan ini muncul karena banyak awak kapal yang mulai kehabisan stok makanan dan persediaan logistik lainnya di tengah blokade yang ketat. Sebagai informasi, Iran telah memblokir hampir semua pengiriman di Teluk yang mengakibatkan terputusnya seperlima pengiriman minyak dunia hingga memicu lonjakan harga minyak sebesar 50%.

CENTCOM menyatakan dukungannya terhadap misi penyelamatan ini dengan mengerahkan 15.000 personel militer dan lebih dari 100 pesawat tempur serta kapal perang. Laksamana Brad Cooper selaku komandan CENTCOM menegaskan bahwa misi pertahanan ini sangat penting bagi stabilitas pasar.

"Dukungan kami untuk misi pertahanan ini sangat penting bagi keamanan regional dan ekonomi global karena kami juga mempertahankan blokade angkatan laut," kata Laksamana Brad Cooper dalam sebuah pernyataan.

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |