Peneliti Ungkap Tanda Kiamat Sudah Tampak Jelas dari Keju

5 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Keju jadi salah satu bukti yang menunjukkan tanda kiamat perubahan iklim kian memprihatinkan. Bahan dasar pembuatan keju, susu sapi terdampak dari krisis ini.

Temuan tersebut berasal dari studi Universite Clermont Auvergne Prancis yang dilakukan pada 2021. Mereka menemukan kualitas susu sapi yang berbeda dari biasanya.

Menurut para peneliti, rasa susu sapi berubah karena makanan yang dikonsumsi hewan juga mengalami perubahan. Hewan tersebut mengonsumsi pakan tambahan seperti jagung dan konsentrat.

Ini terjadi karena rumput yang biasanya sapi konsumsi telah mengalami kekeringan. Pada akhirnya membuat jumlah rumput kurang untuk dikonsumsi oleh para sapi.

Dengan perubahan makanan itu membuat rasa kandungan gizi susu berubah. Pada akhirnya mempengaruhi rasa keju.

"Kalau perubahan iklim terus berjalan seperti sekarang, kita akan merasakannya dalam rasa keju kita," ujar Matthieu Bouchon, peneliti utama dari studi tersebut kepada Science News.

Penelitian ini melakukan perbandingan pada dua kelompok sapi. Kelompok pertama diberi pangan rumput dan lainnya dengan pakan tambahan.

Hasil pengamatan ini pada sapi yang makan jagung mengasilkan volume setara dan emisi metana yang lebih rendah. Sementara susu yang dihasilkan menjadi kurang gurih dan kaya dibandingkan sapi yang makan rumput.

Sapi yang makan rumput juga memiliki lebih banyak asam lemak omega-3 dan asam laktat. Kandungan tersebut penting untuk kesehatan jantung dan sistem pencernaan.

Ternyata fenomena tersebut telah terjadi di banyak wilayah, dari Eropa hingga Brasil. Misalnya seorang peternak sapi perah asal Brasil bernama Gustavo Abijaodi menjelaskan kandungan susu di wilayah itu menurun akibat perubahan iklim.

"Kami menghadapi banyak masalah dengan kandungan protein dan lemak dalam susu karena suhu panas," ungkap Abijaodi. "Kalau kami bisa menstabilkan dampak panas, sapi akan menghasilkan susu yang lebih baik dan bergizi."

Perubahan iklim yang mengakibatkan suhu panas ekstrem juga membuat pola makan sapi berubah. Sapi menjadi makan lebih sedikit dari biasanya.

Dampak dari sedikitnya makanan yang masuk ke tubuh sapi membuat daya tahannya menjadi menurun. Sapi juga rentan terkena penyakit.

"Proses ini bisa berujung pada penurunan daya tahan tubuh, membuat hewan lebih rentan terkena penyakit," jelasnya.

(fab/fab)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |