Emanuella Bungasmara Ega Tirta, CNBC Indonesia
20 March 2026 17:20
Jakarta, CNBC Indonesia - Perang di Iran membuka satu persoalan lama militer Amerika Serikat (AS) di mana stok amunisi tidak dirancang untuk konflik panjang di banyak front sekaligus.
Melansir The Economist, dalam fase awal saja, konsumsi senjata melonjak tajam. Analisis Payne Institute mencatat lebih dari 5.000 amunisi digunakan dalam empat hari pertama, lalu mendekati 11.000 dalam 16 hari.
Skala ini menempatkan operasi udara pembuka sebagai salah satu yang paling intens dalam beberapa dekade terakhir. Lonjakan tersebut terjadi pada fase ketika pesawat belum leluasa masuk ke wilayah Iran. Sistem pertahanan udara masih aktif, sehingga serangan dilakukan dari jarak jauh.
Konsekuensinya, yang digunakan adalah amunisi presisi jarak jauh dengan biaya tinggi dan ketersediaan terbatas. CSIS memperkirakan lebih dari 1.000 unit jenis ini habis dalam enam hari pertama, termasuk rudal anti-radar untuk melumpuhkan sistem pertahanan.
Setelah ruang udara mulai dikuasai, pola operasi berubah. Serangan beralih ke jarak yang lebih dekat dengan penggunaan bom yang lebih sederhana. JDAM menjadi pilihan utama karena stoknya besar dan proses produksinya relatif lebih cepat. Pentagon memperkirakan hampir seluruh amunisi yang digunakan setelah dua minggu pertama berasal dari kategori ini.
Tekanan berikutnya datang dari sisi pertahanan. Serangan balistik dan drone Iran memaksa AS dan sekutunya mengeluarkan interceptor dalam jumlah besar. Dalam satu minggu, sekitar 140 Patriot PAC-3 MSE dan lebih dari 150 THAAD digunakan. Angka ini cukup signifikan mengingat sebagian stok sebelumnya telah terpakai dalam konflik lain, termasuk saat melindungi Israel.
Situasi ini memperlebar jarak antara konsumsi dan pengisian ulang. Dari sisi biaya, kebutuhan penggantian amunisi dalam beberapa hari awal diperkirakan mencapai US$20-26 miliar. Namun persoalan utamanya berada pada kapasitas produksi. Penggunaan ratusan Tomahawk di awal perang tidak sejalan dengan rencana pengadaan tahunan yang jauh lebih rendah. Untuk sistem THAAD, pengiriman bahkan sempat terhenti sejak 2023.
Kendala lain muncul dari rantai pasok. Beberapa komponen penting hanya diproduksi oleh sedikit perusahaan dengan waktu tunggu panjang. Selain itu, sejumlah material bergantung pada pasokan mineral kritis dari luar negeri. Kondisi ini membuat peningkatan produksi tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat, meskipun anggaran tersedia.
Di sisi operasional, tekanan juga terlihat pada armada laut. Kapal induk digunakan dalam durasi panjang untuk menjaga kehadiran militer di kawasan. USS Gerald R. Ford, misalnya, telah beroperasi di laut selama berbulan-bulan tanpa jeda signifikan. Pola ini meningkatkan risiko keausan sistem dan menambah beban perawatan ke depan.
Dengan ritme operasi seperti saat ini, analis memperkirakan akan muncul periode ketika Amerika tidak dapat menempatkan kapal induk di beberapa wilayah secara bersamaan. Hal ini bukan karena keterbatasan jumlah, melainkan kesiapan operasional yang menurun akibat penggunaan intensif. Aspek sumber daya manusia juga ikut tertekan. Penugasan berkepanjangan berdampak pada tingkat kelelahan personel, yang dalam jangka menengah berpengaruh terhadap kesiapan unit.
Meski demikian, konflik ini memberikan sejumlah pembelajaran. Militer AS memperoleh pengalaman tempur dalam skala besar, sekaligus menguji penggunaan sistem berbasis kecerdasan buatan untuk pengambilan keputusan. Selain itu, pengembangan drone berbiaya rendah mulai menunjukkan arah baru dalam strategi persenjataan.
Namun secara keseluruhan, perang di Iran mempercepat tekanan terhadap kapasitas militer AS. Sebagian sumber daya yang sebelumnya dialokasikan untuk kawasan Asia mulai bergeser ke Timur Tengah. Perubahan ini berpotensi memengaruhi kesiapan AS di Pasifik dalam beberapa tahun ke depan. Laju penggunaan amunisi saat ini melampaui kecepatan produksinya. Selisih tersebut menjadi faktor yang akan menentukan daya tahan operasi militer AS ke depan.
CNBC Indonesia Research
(emb/emb)
Addsource on Google

3 hours ago
6
















































