Perang Iran vs AS-Israel Memburuk, Ekonomi RI Masih Bisa Tumbuh 5,4%

4 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah memastikan, perekonomian Indonesia kini sudah makin berdaya tahan untuk mampu tumbuh konsisten di atas 5%, meskipun adanya tekanan dari sisi global, seperti perang Iran dengan Amerika Serikat-Israel beberapa hari terakhir.

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengatakan, berdasarkan simulasi risiko atau stress test yang telah dilakukan Kementerian Keuangan, pemburukan konflik di kawasan Timur Tengah itu tak akan menekan laju pertumbuhan ekonomi RI di bawah 5%-5,4%.

"Pertumbuhan ekonomi itu masih di atas 5%, bahkan mendekati titik tengah 5,4%. Jadi, skenario-skenario itu kita lakukan. Tentu saja kalau very extreme scenario, very worst ya kita unimaginable now," kata Juda dalam acara Indonesia Economic Forum 2026 di Jakarta pada awal pekan ini, dikutip Rabu (4/3/2026).

Juda Agung menjelaskan, semakin terjaganya daya tahan ekonomi domestik disebabkan manajemen makro ekonomi pemerintah kini yang makin kuat, terutama setelah kehadiran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

BPI Danantara kata Juda menjadi motor utama penggerak komponen pertumbuhan dari sisi investasi. Dengan begitu, pemerintah bisa fokus mendorong komponen utama pertumbuhan seperti konsumsi masyarakat serta belanja pemerintah.

"Danantara sekarang ini part of macroeconomic management dari Indonesia. Karena pemerintah sekarang fokus pada C dan G nya, konsumsi dan belanja pemerintah. Dan sama at some extent juga di konsumsi swasta khususnya untuk menengah ke bawah, untuk welfare," ungkap Juda.

"Sementara untuk investasi atau I nya itu banyak sekarang di dalam negeri, banyak dilakukan oleh Danantara, dan tentu saja kita juga memperhitungkan investasi dari luar negeri," tegasnya.

(arj/haa)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |