Perlombaan Menuju Bulan Semakin Panas, Ilmuwan Memperingatkan Ada Sesuatu yang Mengerikan

8 hours ago 6

loading...

Perlombaan Menuju Bulan Semakin Panas. Foto/ Daily

NEW YORK - Perlombaan untuk kembali ke Bulan mengantarkan era baru bagi sains, ekonomi ruang angkasa, dan aktivitas komersial di luar angkasa. Namun, para ilmuwan juga memperingatkan tentang risiko yang mengancam satelit alami ini.

Salah satu bagian roket Falcon 9, dengan berat sekitar 4.000 kg, menabrak Bulan pada tanggal 5 Agustus, menciptakan gumpalan debu besar di permukaan yang terlihat dari Bumi.

Tabrakan ini memunculkan pertanyaan yang semakin mendesak: akankah perlombaanuntuk menjelajahiBulan, yang kini memasuki fase baru, mengubah satelit alami terdekat Bumi menjadi "tempat pembuangan sampah" luar angkasa?

Bagian roket Falcon 9 yang baru-baru ini jatuh ke Bulan hanyalah satu dari sekitar 3.000 objek buatan manusia yang tertinggal di permukaan benda langit ini.

Beberapa ahli berpendapat bahwa sudah saatnya umat manusia memperlakukan lingkungan bulan yang masih alami dengan lebih bertanggung jawab.

Sejak era antariksa dimulai, sekitar 200 ton material yang berasal dari Bumi telah sengaja dikirim ke Bulan atau secara tidak sengaja jatuh ke permukaannya.

Beberapa pencapaian ini telah menjadi tonggak penting dalam sejarah eksplorasi ruang angkasa.

Modul pendaratan dari keenam misi Apollo Amerika Serikat masih berada di Bulan.
Kendaraan otonom Lunokhod buatan Soviet dari tahun 1970-an juga ada di sana, bersama dengan robot Yutu 1 dan Yutu 2buatan Tiongkokyang dikerahkan pada tahun 2010-an.

Namun, tidak setiap objek di Bulan dimaksudkan untuk ditinggalkan oleh manusia.

Astronom dan sejarawan ruang angkasa Jonathan McDowell mengatakan bahwa banyak bagian roket dan objek lain yang telah diluncurkan ke orbit antara Bumi dan Bulan sejak misi pertama pada tahun 1960-an mungkin akhirnya jatuh ke permukaan satelit alami ini.

Empat tahun sebelum bagian atas roket Falcon 9 jatuh di dekat kawah Einstein, sebagian dari roket Long March 3C buatan Tiongkok juga jatuh ke sisi jauh Bulan.

Para ahli meyakini bahwa peristiwa serupa dapat terjadi lebih sering di tahun-tahun mendatang seiring dengan meningkatnya aktivitas eksplorasi bulan.

Bulan memasuki era eksplorasi baru, tetapi aturannya belum menyesuaikan diri.

"Kita berada di titik transisi," kata McDowell kepada Space.com. Menurutnya, umat manusia sedang beralih dari periode ketika eksplorasi bulan terutama dilakukan oleh AS dan Uni Soviet, dan dengan frekuensi yang relatif rendah.

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |