Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Permata Tbk (BNLI) sepakat membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar kurang lebih Rp1,26 triliun (bruto) atau sebesar Rp35 per saham. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar 7 April 2026.
Pembagian dividen itu akan menggunakan Laba Bersih Permata Bank untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025 sebesar Rp 3,6 triliun.
Selain itu, RUPST menyetujui pengangkatan Sorakrit Phruthanontachai sebagai Direktur Permata Bank untuk masa jabatan setelah seluruh persyaratan pengangkatannya terpenuhi termasuk diperolehnya persetujuan kemampuan dan kepatutan dari Regulator terkait menjadi efektif, sampai dengan penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang ketiga atau yang akan dilaksanakan dalam tahun 2029 atau sewaktu-waktu dalam Rapat Umum Pemegang Saham sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan.
Sebelum diangkat menjadi Direktur, Sorakrit Phruthanontachai bekerja di Bangkok Bank selama lebih dari 27 tahun.
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Permata Bank saat ini adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
Komisaris Utama: Chartsiri Sophonpanich
Komisaris: Chong Toh
Komisaris: Niramarn Laisathit
Komisaris: Chalit Tayjasanant
Komisaris Independen: Haryanto Sahari
Komisaris Independen: Goei Siauw Hong
Komisaris Independen: Yap Tjay Soen
Komisaris Independen: Riswinandi
Direksi:
Direktur Utama: Meliza Musa Rusli
Direktur Kepatuhan: Dhien Tjahajani
Direktur: Dayan Sadikin
Direktur: Setiatno Budiman
Direktur yang juga membidangi Unit Usaha Syariah: Rudy Basyir Ahmad
Direktur: Eddie Sajoga
Direktur: Evi
Direktur: Ahmad Mikail Madjid
Direktur: Sorakrit Phruthanontachai *)
*) Dengan masa jabatan setelah seluruh persyaratan pengangkatannya terpenuhi termasuk diperolehnya persetujuan kemampuan dan kepatutan dari Regulator terkait menjadi efektif.
Susunan Dewan Pengawas Syariah Permata Bank adalah sebagai berikut:
Dewan Pengawas Syariah:
Ketua: Prof. Dr. H. Jaih, SE., MH., M.Ag
Anggota: Asep Supyadillah
Anggota: Habibullah
Sepanjang tahun 2025, Permata Bank berhasil membukukan Laba Setelah Pajak sebesar Rp3,6 triliun, diikuti peningkatan Total Aset sebesar 3,6% year-on-year menjadi sebesar Rp268,3 triliun. Dari sisi permodalan, rasio CAR dan CET-1 tercatat masing-masing 34,6% dan 26,6%, menjadikan Permata Bank sebagai salah satu bank umum komersial papan tengah terbesar di Indonesia.
(ayh/ayh)
[Gambas:Video CNBC]

6 hours ago
4
















































