Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Dibuka, Begini Cara Daftarnya

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah resmi meluncurkan program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 yang ditujukan untuk meningkatkan keterampilan lulusan SMA dan SMK. Program ini diharapkan dapat mempersempit jarak antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.

Pelatihan tersebut digagas oleh Kementerian Ketenagakerjaan dengan dukungan pemerintah melalui berbagai balai pelatihan vokasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Program ini menjadi salah satu strategi pemerintah dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja nasional.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengatakan pemerintah telah membuka pendaftaran untuk batch pertama program tersebut.

"Siang ini Pak Menko hadir memenuhi undangan kami terkait dengan beberapa program yang sekarang sedang disiapkan dan sedang diluncurkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Salah satu program yang tadi kami banyak diskusikan dan mendapatkan arahan dari beliau terkait dengan program Pelatihan Vokasi Nasional," kata Yassierli di Kemnaker, Jumat (27/1/2026).

Program tersebut menyasar lulusan SMA dan SMK yang baru lulus dalam tiga tahun terakhir. Pemerintah berharap program ini menjadi alternatif bagi lulusan sekolah menengah yang belum langsung melanjutkan pendidikan atau belum memperoleh pekerjaan.

Yassierli menjelaskan tahap pertama pelatihan akan diikuti oleh puluhan ribu peserta dari seluruh Indonesia.

"Batch satu sebanyak 20.000 orang, khusus untuk lulusan SMA, SMK dalam tiga tahun terakhir. Batch satu sedang kita buka, teman-teman nanti bisa lihat lebih detail di web Kementerian Ketenagakerjaan dan di situ juga ada fasilitas-fasilitas dan seterusnya," ujarnya.

Program ini melengkapi berbagai kebijakan pengembangan tenaga kerja yang telah berjalan sebelumnya, termasuk program magang nasional untuk lulusan perguruan tinggi. Pemerintah menilai masih banyak lulusan pendidikan menengah yang membutuhkan jalur peningkatan keterampilan agar dapat lebih siap memasuki pasar kerja.

"Jadi selain ada program magang nasional untuk lulusan perguruan tinggi, kita juga memberikan alternatif program untuk lulusan SMA dan SMK," kata Yassierli.

Program pelatihan ini juga dirancang dengan pendekatan yang lebih dekat dengan kebutuhan industri. Kurikulum yang digunakan akan disusun agar relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja.

"Jadi selain ada program magang nasional untuk lulusan perguruan tinggi, kita juga memberikan alternatif program untuk lulusan SMA dan SMK," ujar Yassierli.

(fys/wur)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |