Revitalisasi Sekolah 2026 Sasar Wilayah 3T, Terdampak Bencana, dan Rusak Berat

8 hours ago 3

loading...

Forum Komunikasi Publik bertema Kolaborasi Strategis dalam Meningkatkan Akses dan Kualitas Pendidikan Dasar dan Menengah di Kantor BBPMP Provinsi Sulawesi Selatan. Foto/SINDOnews.

MAKASSAR - Program revitalisasi satuan pendidikan akan kembali dilanjutkan pada 2026. Revitalisasi sekolah ini akan fokus pada daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) , wilayah terdampak bencana, serta sekolah dengan kondisi rusak berat.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua melalui pembanggunan infrastruktur pendidikan yang lebih merata.

Baca juga: Mendikdasmen Tinjau Kelas Darurat dan Ajar Langsung Siswa di SMPN 22 Takengon Pascabencana

Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Yudhistira Nugraha, dalam Forum Komunikasi Publik bertema “Kolaborasi Strategis dalam Meningkatkan Akses dan Kualitas Pendidikan Dasar dan Menengah” di Kantor BBPMP Provinsi Sulawesi Selatan, Makassar, Sabtu (23/5/2026), melalui Zoom.

Menurut Yudhistira, pendidikan bermutu tidak dapat dibangun hanya melalui kebijakan pemerintah semata, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat secara luas atau partisipasi semesta.

Baca juga: 51 Rumah dan Sekolah di Cilincing Rusak Imbas Diterjang Angin Kencang

“Untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, pendidikan tidak bisa hanya cukup dibangun dengan kebijakan. Pendidikan itu harus dibangun dengan partisipasi semesta atau masyarakat,” ujarnya.

Yudhistira menjelaskan, salah satu pendekatan utama yang dilakukan Kemendikdasmen adalah penguatan physical infrastructure atau infrastruktur fisik pendidikan melalui revitalisasi satuan pendidikan.

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |