RI Impor 95% Bawang Putih-Dikuasai China, Kemendag Minta Evaluasi Ini

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perdagangan (Kemendag) meminta agar Indonesia memiliki cadangan bawang putih pemerintah, sebagai instrumen intervensi untuk menjaga pasokan dan menahan gejolak harga. Dorongan ini menguat seiring tren kenaikan harga bawang putih dalam beberapa bulan terakhir dan tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor.

Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Kemendag Nawandaru Dwi Putra menyampaikan, pergerakan harga bawang putih secara nasional memang mengalami kenaikan sejak November 2025 hingga Januari 2026 ini.

"Kami melaporkan untuk komoditas Bawang Putih, betul secara pantauan memang pergerakan sekitar 3 bulan ini, sejak bulan November, Desember 2025 sampai dengan Januari 2026 ini pergerakan harga Bawang Putih rata-rata nasional mengalami kenaikan," kata Nawandaru dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang disiarkan melalui kanal YouTube Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (19/1/2026).

Nawandaru memaparkan, harga eceran bawang putih saat ini masih berada di kisaran Rp39 ribuan per kg. Ia merinci, harga bawang putih kating tercatat Rp39.300 per kg atau naik 2,34%, sedangkan bawang putih honan Rp39.800 per kg atau naik 2,84% dibanding bulan sebelumnya.

Ia menegaskan, persoalan utama bawang putih ada pada struktur pasokannya yang masih sangat bergantung pada luar negeri atau impor. Nawandaru menyebut sekitar 90-95% kebutuhan bawang putih nasional masih dipenuhi melalui impor, terutama dari China.

"Perlu kami laporkan, saat ini pascapenetapan dari Neraca Komoditas, di mana komoditas bawang putih, ini sekitar 90-95% masih bergantung pada importasi atau pemasukan dari luar negeri, utamanya adalah negara China sebagai produsen utama bawang putih," ujarnya.

Karena dominasi impor tersebut, Kemendag mendorong adanya dukungan kebijakan lintas kementerian/lembaga untuk membangun cadangan pangan pemerintah khusus bawang putih. Menurutnya, cadangan ini penting sebagai alat pemerintah untuk melakukan stabilisasi ketika pasokan terganggu atau harga bergerak naik.

"Kami harapkan juga paralel ada dukungan, mungkin dukungan kebijakan dari Kementerian Pertanian (Kementan) atau dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk bisa mengoptimalkan kebijakan penyelenggaraan cadangan pangan pemerintah bawang putih sebagai instrumen intervensi pemerintah," ucap dia.

Ia menyebut payung kebijakan terkait cadangan pangan pemerintah untuk bawang putih sudah ada, termasuk Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 28 Tahun 2023 dan Keputusan Kepala Bapanas Nomor 591 Tahun 2024. Namun, Kemendag berharap ada penetapan kembali untuk tahun 2026.

"Meskipun ini keputusannya untuk tahun 2025, kami harapkan ada penetapan kembali di tahun 2026 terkait dengan cadangan pangan pemerintah," kata Nawandaru.

Evaluasi Hasil Kebijakan Wajib Tanam Bawang Putih

Selain memperkuat cadangan pemerintah, Kemendag juga meminta upaya paralel untuk menekan ketergantungan impor secara bertahap. Salah satu opsi yang diusulkan adalah meninjau dan mengoptimalkan kebijakan wajib tanam 5% yang selama ini menjadi syarat bagi importir.

"Kami juga minta dukungan agar secara paralel memastikan pasokan di dalam negeri ini juga bisa berangsur-angsur mengurangi ketergantungan impor, yaitu salah satunya adalah mensinergikan kebijakan wajib tanam 5%," ujarnya.

Nawandaru menjelaskan, kewajiban wajib tanam ini sudah berjalan cukup lama, namun perlu dievaluasi efektivitasnya. Ia menilai hasil dari kewajiban tanam tersebut bisa diarahkan menjadi bagian dari cadangan bawang putih nasional, sekaligus menambah pasokan domestik dan mendukung produktivitas menuju swasembada.

"Kebijakan wajib tanam ini sebagai kelengkapan persyaratan melakukan importasi, dan ini sudah berjalan sekian tahun, 5 tahun sampai 6 tahun, ini perlu dioptimalkan kembali sejauh mana 5% wajib tanam ini menghasilkan hasilnya," ujarnya.

Kemendag pun mendorong agar hasil kebijakan wajib tanam tersebut bisa dijadikan rekomendasi untuk memperkuat cadangan bawang putih pemerintah.

"Dari sisi kami, Kementerian Perdagangan, mendorong memberikan rekomendasi untuk bisa dijadikan cadangan bawang putih pemerintah," pungkasnya.

Petani bawang putih. (Tangkapan Layar Youtube/Pustaka Kementerian Pertanian)Foto: Petani bawang putih. (Tangkapan Layar Youtube/Pustaka Kementerian Pertanian)
Petani bawang putih. (Tangkapan Layar Youtube/Pustaka Kementerian Pertanian)

(dce)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |