loading...
All New Hyundai Santa Fe Hybrid berlatar pemandangan alam Sumatera, membuktikan ketangguhan desain boxy yang tak hanya estetis di perkotaan tapi juga tangguh melibas jalur lintas provinsi. Foto: Sindonews/Danang Arradian
LAMPUNG - Persepsi lawas bahwa mobil hibrida (hybrid) hanya "jago kandang" di kemacetan kota seketika runtuh ketika All New Hyundai Santa Fe Hybrid dipacu membelah Selat Sunda, menyusuri Tol Trans-Sumatera, hingga merambah jalanan tanah di Taman Nasional Way Kambas.
Dalam uji kendara jarak jauh rute Bogor-Lampung ini, SUV berbadan bongsor dengan desain boxy revolusioner tersebut membuktikan bahwa efisiensi bahan bakar dan performa garang dapat bersanding harmonis dalam satu paket kendaraan keluarga premium yang siap diajak bertualang.
Perjalanan SindoNews dimulai dari Bogor usai makan siang. Misi kali ini bukan sekadar liburan, melainkan pembuktian ketangguhan Santa Fe 1.6T-GDi Hybrid. Di balik kemudi, ada SindoNews bersama istri dan anak serta tumpukan barang bawaan yang memenuhi bagasi. Penasaran, bagaimana kenyamanan dan kapabilitas SUV seharga Rp869.600.000 (OTR Jakarta) ini.
Etape 1: Bogor ke Way Kambas, Menguji "Otot" Hybrid di Tol Trans-Sumatera

Meninggalkan hiruk-pikuk Bogor, Santa Fe langsung dihadapkan pada lalu lintas padat menuju Pelabuhan Merak. Di sinilah sistem hybrid bekerja cerdas. Kombinasi mesin bensin 1.600 cc turbo dan motor listrik bertenaga 44,2 kW (suplai baterai 1,49 kWh) bekerja senyap.
Saat stop-and-go, motor listrik mengambil alih, membuat konsumsi BBM sangat efisien.
Begitu memasuki Tol Trans-Sumatera dari Bakauheni, karakter asli mobil ini keluar. Total tenaga sistem sebesar 235 PS dan torsi monster 367 Nm bukan sekadar angka di atas kertas.
Saat pedal gas diinjak untuk menyalip deretan truk logistik di tanjakan panjang, transmisi otomatis 6-percepatan menyalurkan tenaga dengan sangat halus namun instan.
Tidak ada gejala "ngeden" yang biasa ditemukan pada mesin 1.600 cc konvensional, berkat dorongan torsi instan dari motor listrik.

Nah, kenyamanan kabin menjadi sorotan utama. Istri dan anak yang duduk di baris kedua dimanjakan dengan captain seat berlapis kulit Nappa. Kursi ini bukan jok biasa; fitur elektrik memungkinkan pengaturan posisi rebah yang presisi.

Ditambah dengan panoramic sunroof ganda yang membentang luas, kabin terasa lapang dan mewah, meminimalisir rasa claustrophobic perjalanan jauh.

Sistem audio premium Bose memanjakan telinga sepanjang perjalanan, meredam suara angin dan ban yang biasanya menyusup masuk.
Kekedapan kabin Santa Fe patut diacungi jempol, berkat isolasi akustik berlapis yang diterapkan Hyundai.
Kami tiba di kawasan Way Kambas, Lampung Timur, pada malam hari dengan kondisi fisik yang masih segar, jadi testimoni nyata atas ergonomi kursi dan suspensi mobil ini.
Etape 2: Eksplorasi Hutan Way Kambas dan "Kecerdasan" Suspensi

Hari kedua didedikasikan untuk menyatu dengan alam. Rutenya menantang: jalanan tanah dan berbatu di dalam kawasan konservasi Way Kambas untuk melihat gajah liar.
Di sini, dimensi besar Santa Fe (panjang 4.830 mm, lebar 1.900 mm) yang awalnya dikhawatirkan akan menyulitkan, justru memberikan rasa aman.

















































