Saham BBRI Tetap Menarik Dikoleksi, Begini Kata Analis

3 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Perbankan menjadi salah satu sektor yang diincar oleh investor, karena memberikan peluang keuntungan dalam jangka Panjang. Emiten perbankan, khususnya bank besar, memiliki fundamental yang kuat, sehingga ketika harga sahamnya terkontraksi peluang untuk investasi justru terbuka lebar.

Pada momen ini, valuasi bank-bank besar Kembali murah dan menjadi momen yang tepat untuk mengoleksi. Misalnya saja saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang price to book value (PBV) sebesar 1,44 kali. Artinya saat ini saham BBRI dalam terbilang murah.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta dalam risetnya mengatakan saham BBRI masih berpotensi naik ke level 3.760/saham. Angka ini naik sekitar 22% dibandingkan posisi terakhir BBRI, pada penutupan perdagangan Jumat (24/4), di level 3.070/saham.

Nafan menyebutkan BBRI membidik pertumbuhan kredit yang lebih moderat di angka 7-9% untuk 2026, dengan menjaga Net interest margin (NIM) di level sehat 7,4-7,8%. Selain itu Holding Ultra Mikro bersama Pegadaian dan PNM, memungkinkan BBRI melakukan cross-selling produk dan mendapatkan nasabah baru.

"Likuiditas dan permodalan masih sehat, rasio permodalan (CAR) dan struktur pendanaan yang memadai, memberikan bantalan terhadap risiko kredit dan likuiditas," ujar Nafan dalam risetnya, dikutip Minggu (26/4/2026).

Di sisi lain, menurutnya investor juga harus memperhatikan beberapa hal, seperti penyaluran kredit mikro yang pruden, biaya kredit, hingga margin. Good Corporate Governance (GCG) juga menjadi salah satu yang diperhatikan dan menjadi nilai tambah bagi perusahaan seperti BRI.

"GCG ini menjadi nilai tambah buat investor karena ini berkaitan dengan kepatuhan terhadap OJK dan transparansi," ujarnya saat dihubungi.

Dihubungi terpisah Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi mengatakan ini menjadi momen yang tepat untuk mengoleksi saham BBRI.

"Secara timing sekarang bagus buat entry, tapi pakai strategi cicil beli," kata Wafi saat dihubungi CNBC Indonesia.

Secara teknikal, saham BBRI masih menunjukkan sinyal bearish dengan support kuat di 3.600/saham. Sementara dari sisi fundamental, BBRI pun memiliki fondasi yang solid dengan keunggulannya di UMKM dengan porsi 45% dari total kredit.

"Ini yang memberikan NIM tinggi," ujarnya.

Dari sisi dividen pun konsisten dan menarik. Seperti diketahui, BRI akan membagikan dividen sebesar Rp 52,10 triliun atau 92% dari total laba bersih 2025. Jumlah ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah BRI, baik dari sisi nominal maupun persentase terhadap laba bersih perusahaan.

"Tantangannya adalah di tren penurunan laba bersih, serta strategi provisi yang agresif. Transformasi digitalnya diperkirakan baru terlihat di semester II-2026," pungkas Wafi.

(rah/rah)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |