Saham RMKE Tembus Rekor Tertinggi, Aksi Broker Jadi Pendobrak

2 hours ago 1

Susi Setiawati,  CNBC Indonesia

20 January 2026 08:25

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham PT RMK Energy Tbk (RMKE) tengah mencuri perhatian di awal 2026. Sejak awal tahun, harga saham RMKE mencatatkan kenaikan signifikan sebesar sekitar 32% secara year-to-date (YTD). Pada awal Januari 2026, saham perusahaan bergerak di kisaran Rp5.950 per saham, sebelum menanjak hingga Rp7.875 per saham dan menyentuh level all time high.

Lonjakan tersebut sekaligus menempatkan RMKE sebagai salah satu saham sektor energi dan logistik batu bara dengan performa paling menonjol sejak pergantian tahun.

Di balik reli harga tersebut, terlihat aktivitas akumulasi yang cukup agresif dari sejumlah broker di pasar reguler. Henan Putihrai Sekuritas (HP) menjadi yang paling dominan dengan aksi net buy sekitar Rp59,8 miliar. Selain itu, beberapa broker lain secara kolektif juga membukukan net buy dengan total sekitar Rp104 miliar, yang turut menjadi katalis tambahan bagi penguatan harga RMKE sejak awal Januari.

Henan Putihrai sendiri tercatat konsisten mengoleksi saham RMKE. Dalam periode 1-15 Januari 2026, broker berkode HP tersebut mengakumulasi kurang lebih 91.716 lot dengan harga rata-rata Rp6.506 per saham. Konsistensi akumulasi ini memperkuat dugaan adanya minat institusi terhadap emiten dalam ekosistem bisnis energi dan logistik batu bara.

Tidak hanya RMKE, Henan Putihrai juga menjadi broker dengan akumulasi bersih terbesar pada beberapa emiten yang kerap dikaitkan dengan dua konglomerat besar, yakni Prajogo Pangestu dan Happy Hapsoro. Secara year-to-date, PT Petrosea Tbk (PTRO) mencatatkan net buy terbesar sebesar Rp236 miliar, disusul RMKE dengan Rp59 miliar, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) sebesar Rp47 miliar, serta PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) senilai Rp25 miliar.

Rangkaian aksi akumulasi tersebut dinilai mencerminkan meningkatnya minat investor institusi pada emiten di sektor energi, pertambangan, serta infrastruktur yang berada dalam satu rantai nilai bisnis kedua konglomerat tersebut. Jika tren ini berlanjut, Henan Putihrai berpotensi terus memperbesar kepemilikan pada saham-saham yang dianggap strategis dalam jangka menengah hingga panjang.

Pada akhirnya, akumulasi institusi dapat menjadi indikator keyakinan terhadap prospek industri energi dan logistik batu bara di tahun 2026. Optimisme tersebut tidak terlepas dari ekspektasi pertumbuhan volume logistik batubara serta target produksi sektor energi yang dinilai masih prospektif dalam beberapa kuartal ke depan.

CNBC Indonesia Research

[email protected]

(saw/saw)

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |